Pages

Tuesday, February 7, 2012

MEMBERI MAKAN HARGA DIRI

     Harga diri?? Banyak orang langsung naik pitam ketika merasa harga dirinya diinjak – injak, langsung naik pitam ketika merasa berususan dengan harga diri. Memangnya dimana letak harga diri? Apakah dikaki? Ataukah justru dikepala? Harga diri adalah bagian dari konsep diri, bagian dari proses berfikir manusia yang dikontrol oleh lobus limbik, hipocampus dan amigdala, secara logika harga diri berhubungan dengan emosi dan perasaan. Emosi negatif yang diaduk – aduk, perasaan yang merasa dipermainkan, merasa bahwa penilaian orang lain lebih rendah dari penilaian diri. Harga diri bukanlah hitungan ekonomis maupun matematis.     Harga diri hanyalah bagian dari sebuah konsep bagaimana individu melihat dirinya secara untuh, merespon stressor yang muncul.

Mengapa setiap orang harus tahu bagaimana memberi makan harga diri?
Makanan apa yang dapat membuat harga diri seseorang terjaga?

Makanannya dalam bentuk reinforcement, positive communication,suggestive, guide imagery, logoterapi dan beberapa kata maupun kalimatyang memang nyaman ditelinga, nyaman di emosi dan perasaan sertanyaman dalam hubungan interpersonal, memberi makan harga diri adalah pelumas sebuah hubungan, pelumas dan pereda konflik, menjaga seseorang dalam ego nya sehingga win – win solution, dua belah pihak sama – sama merasa WIN.


  1. Respek : sehebat apapun ilmu anda, hormati yang lebih tua dari anda, akui keilmuan mereka, hormati mereka sebagai orang yang lebih dulu merasakan asam manis kehidupan, banyak pengalaman pahit maupun manis yang dapat kita serap, banyak ilmu gratis yang layak mereka bagikan kepada kita, menghormati orang lain memberikan efek penghormatan terhadap kita, menghormati orang lain membuat kehadiran kita membawa rasa aman dan nyaman bukan ancaman. Menghormati orang lain membuat kita dihormati bukan ditakuti.
  2. Motivasi : ketika seseorang sedang dalam keadaan low motivated,mereka membutuhkan beberapa support untuk menaikkan motivasi mereka, dukungan, empati, simpati dan sikap care membuat seseorang merasa mendapatkan perhatian dari kita. Motivasi adalah menebarkan cinta dan memadamkan kebencian, cinta menumbuhkan perdamaian sedangkan kebencian menumbuhkan permusuhan dan peperangan.
  3. Active listening : mengapa tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut? Agar kita mau mendengarkan, banyak mendengarkan, menjadi tempat berkeluh kesah, menjadi tempat berbagi cerita, akan membuat orang lain menyandarkan kepalanya ke bahu kita (dalam definisi konotatif)
  4. Mengulurkan tangan : terkadang together lebih baik dari alone, kesendirian terkadang menyiksa batin dan perasaan seseorang, ulurkan tangan untuk membantu sesama sesuai dengan kapasitas kita, tunjukkan ketulusan ketika sedang mengulurkan tangan sehingga tidak dicurigai ada udang dibalik gimbal
  5. Deep understanding : pahami orang lain dengan ukuran dan kacamata mereka, bukan dengan penggaris dan kacamata kita, karena setiap individu itu unik dan different, jangan minta setiap manusia melakukan hal yang sama, perbedaan itu yang membuat semua hal masih berjalan sampai sekarang, perbedaan pula yang membuat kehidupan menjadi banyak misteri yang harus dipecahkan.
Video dibawah ini akan menujukkan salah satu cara meningkatkan harga diri untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Sunday, February 5, 2012

LP DEFISIT PERAWATAN DIRI

A.     Masalah Utama

Defisit perawatan diri: higiene


B.     Proses Terjadinya Masalah

Defisit perawatan diri : higiene adalah keadaan dimana individu mengalami kegagalan kemampuan untuk melaksanakan atau menyelesaikan aktivitas kebersihan diri (Carpenito, 1977).

     Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya perawatan diri kurang (higiene) antara lain:

a.    Perkembangan:

Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif dan keterampilan.

b.   Biologis

Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri.

c.    Sosial

Kurang dukungan dan latihan kemampuan dari lingkungannya.


C.     1. Pohon Masalah

Perawatan diri kurang: higiene

 Menurunnya motivasi perawatan diri

 Isolasi sosial : menarik diri



       2. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji

a.       Masalah keperawatan:

1).    Defisit perawatan diri

2).    Menurunnya motivasi perawatan diri

3).    Isolasi sosial: menarik diri



b.      Data yang perlu dikaji:

1).    Data Subyektif:

Mengatakan malas mandi, tak mau menyisir rambut, tak mau menggosok gigi, tak mau memotong kuku, tak mau berhias, tak bisa menggunakan alat mandi / kebersihan diri.

2).    Data Obyektif:

Badan bau, pakaian kotor, rambut dan kulit kotor, kuku panjang dan kotor, gigi kotor, mulut bau, penampilan tidak rapih, tak bisa menggunakan alat mandi.



C.     Diagnosa keperawatan

1.      Perawatan diri kurang: higiene berhubungan dengan menurunnya motivasi perawatan diri

2.      Menurunnya motivasi perawatan diri berhubungan dengan menarik diri.



D.    Rencana tindakan

a.       Tujuan umum : klien mampu melakukan perawatan diri: higiene.

b.      Tujuan khusus:

1.    Klien dapat menyebutkan pengertian dan tanda‑tanda kebersihan diri

Tindakan :

1.1.  Diskusikan bersama klien tentang pengertian bersih dan tanda‑tanda bersih

1.2.  Beri reinforcement positif bila klien mampu melakukan hal yang positif.



2.    Klien dapat menyebutkan penyebab tidak mau menjaga kebersihan diri

Tindakan :

2.1.  Bicarakan dengan klien penyebab tidak mau menjaga kebersihan diri

2.2.  Diskusikan akibat dari tidak mau menjaga kebersihan diri



3.      Klien dapat menyebutkan manfaat higiene

Tindakan:

3. 1. Diskusikan bersama klien tentang manfaat higiene

3.2.  Bantu klien mengidentifikasikan kemampuan untuk menjaga kebersihan diri



4.      Klien dapat menyebutkan cara menjaga kebersihan diri

Tindakan:

4. 1. Diskusikan dengan klien cara menjaga kebersihan diri: andi 2x sehari (pagi dan sore) dengan memakai sabun mandi, gosok gigi minimal 2x sehari dengan pasta gigi, mencuci rambut minimal 2x seminggu dengan sampo, memotong kuku minimal 1x seminggu, memotong rambut minimal 1 x sebulan.

4.2.  Beri reinforcement positif bila klien berhasil


5.      Klien dapat melaksanakan perawatan diri higiene dengan bantuan minimal

Tindakan:

5. 1. Bimbing klien melakukan demonstrasi tentang cara menjaga kebersihan diri

5.2.  Dorong klien untuk melakukan kebersihan diri dengan bantuan minimal



6.      Klien dapat melakukan perawatan diri higiene secara mandiri

Tindakan:

6. 1. Beri kesempatan klien untuk membersihkan diri secara bertahap

6.2.  Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya setelah membersihkan diri

6.3  Bersama klien membuat jadwal menjaga kebersihan diri

6.4.  Bimbing klien untuk melakukan aktivitas higiene secara teratur

7.      Klien mendapat dukungan keluarga

Tindakan:

7. 1. Beri pendidikan kesehatan tentang merawat klien untuk kebersihan diri melalui pertemuan keluarga

7.2.  Beri reinforcement positif atas partisipasi aktif keluarga


NOTES :
yang penasaran dengan jurnal segala ilmu, silahkan simak cara mencarinya disini.