Pages

Minggu, 05 Februari 2012

LP DEFISIT PERAWATAN DIRI

A.     Masalah Utama

Defisit perawatan diri: higiene


B.     Proses Terjadinya Masalah

Defisit perawatan diri : higiene adalah keadaan dimana individu mengalami kegagalan kemampuan untuk melaksanakan atau menyelesaikan aktivitas kebersihan diri (Carpenito, 1977).

     Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya perawatan diri kurang (higiene) antara lain:

a.    Perkembangan:

Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif dan keterampilan.

b.   Biologis

Penyakit kronis yang menyebabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri.

c.    Sosial

Kurang dukungan dan latihan kemampuan dari lingkungannya.


C.     1. Pohon Masalah

Perawatan diri kurang: higiene

 Menurunnya motivasi perawatan diri

 Isolasi sosial : menarik diri



       2. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji

a.       Masalah keperawatan:

1).    Defisit perawatan diri

2).    Menurunnya motivasi perawatan diri

3).    Isolasi sosial: menarik diri



b.      Data yang perlu dikaji:

1).    Data Subyektif:

Mengatakan malas mandi, tak mau menyisir rambut, tak mau menggosok gigi, tak mau memotong kuku, tak mau berhias, tak bisa menggunakan alat mandi / kebersihan diri.

2).    Data Obyektif:

Badan bau, pakaian kotor, rambut dan kulit kotor, kuku panjang dan kotor, gigi kotor, mulut bau, penampilan tidak rapih, tak bisa menggunakan alat mandi.



C.     Diagnosa keperawatan

1.      Perawatan diri kurang: higiene berhubungan dengan menurunnya motivasi perawatan diri

2.      Menurunnya motivasi perawatan diri berhubungan dengan menarik diri.



D.    Rencana tindakan

a.       Tujuan umum : klien mampu melakukan perawatan diri: higiene.

b.      Tujuan khusus:

1.    Klien dapat menyebutkan pengertian dan tanda‑tanda kebersihan diri

Tindakan :

1.1.  Diskusikan bersama klien tentang pengertian bersih dan tanda‑tanda bersih

1.2.  Beri reinforcement positif bila klien mampu melakukan hal yang positif.



2.    Klien dapat menyebutkan penyebab tidak mau menjaga kebersihan diri

Tindakan :

2.1.  Bicarakan dengan klien penyebab tidak mau menjaga kebersihan diri

2.2.  Diskusikan akibat dari tidak mau menjaga kebersihan diri



3.      Klien dapat menyebutkan manfaat higiene

Tindakan:

3. 1. Diskusikan bersama klien tentang manfaat higiene

3.2.  Bantu klien mengidentifikasikan kemampuan untuk menjaga kebersihan diri



4.      Klien dapat menyebutkan cara menjaga kebersihan diri

Tindakan:

4. 1. Diskusikan dengan klien cara menjaga kebersihan diri: andi 2x sehari (pagi dan sore) dengan memakai sabun mandi, gosok gigi minimal 2x sehari dengan pasta gigi, mencuci rambut minimal 2x seminggu dengan sampo, memotong kuku minimal 1x seminggu, memotong rambut minimal 1 x sebulan.

4.2.  Beri reinforcement positif bila klien berhasil


5.      Klien dapat melaksanakan perawatan diri higiene dengan bantuan minimal

Tindakan:

5. 1. Bimbing klien melakukan demonstrasi tentang cara menjaga kebersihan diri

5.2.  Dorong klien untuk melakukan kebersihan diri dengan bantuan minimal



6.      Klien dapat melakukan perawatan diri higiene secara mandiri

Tindakan:

6. 1. Beri kesempatan klien untuk membersihkan diri secara bertahap

6.2.  Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya setelah membersihkan diri

6.3  Bersama klien membuat jadwal menjaga kebersihan diri

6.4.  Bimbing klien untuk melakukan aktivitas higiene secara teratur

7.      Klien mendapat dukungan keluarga

Tindakan:

7. 1. Beri pendidikan kesehatan tentang merawat klien untuk kebersihan diri melalui pertemuan keluarga

7.2.  Beri reinforcement positif atas partisipasi aktif keluarga


NOTES :
yang penasaran dengan jurnal segala ilmu, silahkan simak cara mencarinya disini.