Pages

Kamis, 31 Desember 2009

Tekanan psikologis disekitar kita

Dalam kehidupan kita,akan bertemu dengan beberapa stimulus yang membuat perasaan hati terasa Tertekan. Semua tekanan - tekanan tersebut bisa saja ada disekitar kita,apa saja stimulus - stimulus tersebut?
  • Acara televisi yang tidak mendidik,dari berita kriminal yang disajikan tanpa sensor,debat kusir,kekerasan verbal sampai tayangan - tayangan yang tertawa diatas penderitaan orang lain.
  • Orang yang menyerobot antrean,kita capek-capek berdiri antri eits ada yang menyerobot,rasanya kesel,dongkol,pengen marah dll.
  • Dikerjain,meski niatnya mau menggoda tapi membuat kita malu bukan kepalang.
  • Lupa meletakkan barang,ketika kita lupa menaruh sesuatu maka ada perasaan aneh yang menyelimuti pikiran.
  • Dikhianati teman,kita menyukai seseorang tapi orang yang kita suka malah menyukai teman kita.
  • Dicuekin atau diabaikan,yang ini semua orang punya persepsi sendiri-sendiri.
  • Ketika harapan dan kenyataan mengalami perbedaan yang sangat significant.
  • Di fitnah, ketika kita dituduh melakukan sesuatu yang sama sekali tidak kita lakukan
  • Kehilangan sesuatu, baru enak - enak jalan, tahu - tahu ada yang nyopet handphone
  • Menunggu, banyak yang mengatakan bahwa menunggu adalah pekerjaan yang membosankan
  • Diselingkuhin, pacar atau istri bercinta dengan mantan pacarnya
Apa yang harus kita lakukan untuk membuat semua hal tersebut menjadi tidak bermasalah?
  1. Beryukur, jika kita terlalu sering menengadah maka kita kurang bersyukur
  2. Berdoa, memohon kepada sang pencipta agar hati menjadi tenang
  3. Curhat, berbagi kisah sedih dengan orang lain
  4. Positiv Thingking, berfikir positif terhadap berbagai kemungkinan.
  5. Lakukan Kontemplasi dan refleksi.

Selasa, 22 Desember 2009

1 DARI 4 ORANG INDONESIA MENGALAMI GANGGUAN JIWA

1 dari 4 orang Indonesia mengalami gangguan jiwa. Perkiraan yang mengejutkan itu baru-baru ini dirilis pendiri Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa Indonesia Pandu Setiawan.

Perkiraan yang memprihatinkan sekaligus mengerikan. Memprihatinkan, karena selain persoalan-persoalan kasatmata, negeri ini juga dicengkeram problema berdimensi nonfisik. Mengerikan, karena bobot masalah yang ditanggung anak bangsa ini rupanya semakin lama semakin tidak terperikan.

Mengenaskan menyadari betapa di sekitar kita, di sekeliling kita, berlalu lalang orang-orang yang secara kejiwaan tidak sehat. Juga mengejutkan karena di antara empat orang yang tengah berkumpul, berbincang, satu di antaranya mungkin adalah penderita gangguan jiwa.

Sesulit apa pun menerima perkiraan tersebut, data yang dilansir sebelumnya oleh lembaga berbeda, menunjukkan betapa semua yang memprihatinkan itu bukan tanpa dasar. Pada 2006, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan 26 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa. Departemen Kesehatan RI mengakui sekitar 2,5 juta orang di negeri ini telah menjadi pasien rumah sakit jiwa.

Yang kita khawatirkan adalah bila pertumbuhan angka sakit jiwa ini tidak terkendali. Kekhawatiran ini semakin masuk akal, mengingat di sana-sini muncul fenomena menyimpang lainnya yang mendukung secara empiris.

Bukankah kriminalitas meningkat, baik kuantitatif maupun kualitatif? Bukankah anomali individual dan sosial juga mulai diterima sebagai kelaziman? Bukankah kelainan seksual, perceraian, dan berbagai perilaku menyimpang yang dahulu ditolak, kini semakin diterima dalam masyarakat? Dan bukankah keresahan, kecemasan, kekhawatiran, dan ketidaktenangan semakin berkembang dalam masyarakat?

Pertanyaan-pertanyaan itu cenderung menjadi pertanyaan-pertanyaan retoris. Pertanyaan yang tidak perlu dijawab karena semua jawabannya cenderung adalah ya. Harus dikatakan, di tengah masyarakat berkembang situasi yang menjadi persemaian yang subur bagi tumbuhnya gangguan jiwa. Gejala itu harus dicermati dengan urgensi yang tinggi karena pasien yang masuk sejumlah rumah sakit jiwa terus meningkat. Padahal, dapat dipastikan tidak semua orang sakit jiwa masuk rumah sakit jiwa, sehingga jumlah orang sakit jiwa kiranya jauh lebih banyak daripada angka resmi pemerintah.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memberi perhatian yang lebih besar kepada aspek kesehatan jiwa anak bangsa. Meskipun sudah banyak kesulitan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, tidak berarti pemerintah boleh melupakan aspek pemerataan dan keadilan. Karena di sana bermain faktor-faktor yang sangat memengaruhi tingkat kesejahteraan nonfisik, akar dari semua penyebab gangguan jiwa.

Meskipun kian tidak mudah, individu dalam masyarakat pun harus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan beradaptasi dengan tekanan hidup yang semakin lama semakin menghimpit. Karena di sanalah terjadi pertarungan sengit demi mempertahankan kesehatan jasmani maupun rohani, fisiologis maupun psikologis.

Sakit jiwa adalah persoalan sangat berat. Apalagi bila ia telah menimpa 25% dari anggota masyarakat. Ini tidak mungkin dibiarkan dan diabaikan, kecuali bila 75% sisanya pun telah ikut menjadi sakit.

sumber = Media Indonesia

Senin, 21 Desember 2009

PENYALAHGUNAAN ZAT

Penyalahgunaan zat adalah suatu penyimpangan perilaku yang disebabkan oleh penggunaaan zat adiktif yang bekerja pada susunan saraf pusat yang dapat mempengaruhi tingkah laku, memori, alam perasaan, proses pikir seseorang.

Penyalahgunaan zat menyebabkan suatu kondisi ketergantungan terhadap zat adiktif yang biasa disebut dengan kecanduan, seseorang yang mengalami kecanduan disebut sakau.

Ketergantungan zat adiktif adalah suatu kondisi dimana pola penggunaan zat patologis menyebabkan pengguna mengalami sakit cukup berat dan berbagai macam kesulitan, tetapi tidak mampu menghentikannya. Kondisi ini ditandai dengan adanya : sindroma putus zat dan toleransi. Sindroma putus zat adalah kondisi dimana pengguna zat adiktif menurunkan atau menghentikan penggunaan zat yang biasanya digunakan, akan menimbulkan gejala yang sesuai dengan jenis obat/zat yang digunakan.


Jenis - jenis penggunaan zat

Penggunaan zat eksperimental
Penggunaan taraf awal, disebabkan oleh rasa ingin tahu, ingin mencari -pengalaman baru atau sering juga dikatakan sebagai tahap awal

Penggunaan secara rekreasional
Penggunaan pada waktu berkumpul bersama dengan teman sebaya misalnya pada waktu pertemuan, malam minggu, ulang tahun. Penggunaan ini bertujuan untuk rekreasi bersama teman sebaya

Penggunaan zat secara situasional
Remaja menggunakan zat mempunyai tujuan tertentu secara individual, sudah merupakan kebutuhan diri, cara untuk melarikan diri atau mengatasi masalah. Digunakan pada waktu konflik stres dan frustasi

Penyalahgunaan zat adiktif
Sudah bersifat patologis dan sudah mulai digunakan secara rutin, sudah terjadi atau berlangsung lebih dari zatu bulan terjadi penyimpangan perilaku

Ketergantungan zat adiktif
Penggunaan zat yang cukup berat, telah terjadi ketergantungan fisik dan psikologis, adanya toleransi dan sindroma putus zat

Macam – macam zat adiktif

1. Alkohol : Bir, Whyski, Rum, Brendy, Vodka.
2. Opioda : Opium, Codein, Morphin, , Heroin.
3. Stimulantia : Kokain, Aphetamin, Kafein, Nikotin.
4. Sedatavia dan Hipnotika : Valium, Librium. Luminal.
5. Halusinogen :LSD
6. Inhalausia/Solvon : Aerosol Spray, Bensin, Pelumas, Lem


Pengkajian
1. Faktor predisposisi
a. Faktor biologis ( Genetik , metabolik, infeksi pada otak, penyakit kronis)
b. Faktor psikologis
  •  Type kepribadian yang tergantung (dependent)
  •  Harga diri yang rendah, terutama untuk ketergantungan alkhohol, sdatif hypnotik yang diikuti rasa bersalah
  •  Pembawa keluarga : Kondisi keluarga yang tidak setabil, role model yang negatif, kurang dipercaya, tidak mampu untuk yang lainnya, dan orang tua yang ketergantungan zat adiktif
  •  Individu yang perasaan tidak aman
  •  Ketrampilan menggunakan koping yang menyimpang
  •  Remaja yang mengalami gangguan identitas diri : kecenderungan homoseksual, krisis identitas, menggunakan zat adiktif untuk menyatakan kejantanannya
  •  Rasa bermusuhan dengan orang tua

c. Faktor sosisal kultural
  •  Persepsi / penerimaan masyarakat terhadap pengguanan zat adiktif
  •  Masyarakat yang ambivalensi tentang penggunan dan penyalahgunaan zat adiktif seperti tembakau, ganja dan alkhohol
  •  Role model orang tua yang menggunakan dan menyalahgunakan zat adiktif ( faktor identifikasi keluarga)
  •  Norma budaya : sukun bangsa tertentu menggunakan zat adiktif (halusinogen, alkhohol ) untuk upacara adat dan keagamaan
  •  Remaja yang lari dari rumah
  •  Remaja dengan perilaku penyimpangan seksual usia dini
  •  Remaja usia dini sudah melakukan tindakan kriminal

Faktor presipitasi
Stress dalam kehidupan merupakan suatu kondisi pencetus terjadinya gangguan zat adiktif. Bagi remaja penggunaan zat adalah suatu cara untuk mengatasi stress yang dialami dalam kehidupan. Stressor presipitasi untuk terjadinya penyalahgunaan zat adiktif adalah
  • Pernyataan untuk mandiri dan membutuhkan teman-teman sebaya sebagai pengakuan
  • Reaksi sebagai suatu prinsip kesenangan, tujuannya untuk menghindari sakit dan mencari kesenangan
  • Kehilangan orang yang berarti : pacar, orang tua, orang terdekat dll
  • Diasingkan oleh lingkungan
  • Kompleksitas dan ketegangan kehidupan modern
  • Tersedianya obat-obatan
  • Pengaruh dan tekanan teman sebaya
  • Mudah mendapatkan zat adiktif
  • Pesan dari masyarakat “ bahwa zat adiktif dapat menyelesaikan semua masalah.

Tingkah laku
Penyalahgunaan zat adiktif dapat berkembang menjadi ketergantungan fisik, psikologis dan toleransi. Ketergantungan fisik adalah tubuh membutuhkan zat adiktif dan jika tidak dipenuhi maka akan terjadi gejala putus zat pada fisik. Ketergantungan psikologik adalah efek subyektif dari sipengguna zat.

Tingkah laku dan kondisi ketergantungan yang tersebut diatas adalah :
a. Tingkah laku pasien pengguna sedatif hipnotik
• Menurunnya sifat menahan diri
• Jalan tidak stabil, koordinasi motorik kurang
• Bicara cadel dan bertele-tele
• Sering datang ke dokter untuk minta resep
• Kurang perhatian
• Sangat gembira, berdiam ( depresi), kadang-kadang bersikap bermusuhan
• Mengantuk
• Ganggguan dalam daya pertimbangan
• Dalam keadaan yang over dosis, kesadaran menurun dan dapat menimbulkan kematian
• Meningkatkan rasa percaya diri
b. tingkah laku pengguna ganja
• Kontrol diri menurun bahkan hilang sama sekali
• Menurunnya motivasi perubahan
• Ephoria ringan
c. Tingkah laku pengguna alkhoho
• Bersikap bermusuhan ( hostilitas)
• Kadang bersikap murung, diam ( depresi)
• Kontrol diri menurun
• Suara keras, cedal dan kacau
• Agresif
• Minum alkhohol pada pagi hari agar tak kenal waktu
• Partisipasi lingkungan sosial sangat kurang
• Daya pertimbangan menurun
• Koordinasi motorik terganggu, cenderung kecelakaan
• Dalam keadaaan over dosis kesadaran menurun sampai koma
d. Tingkah laku penggunan opioda
• Terkantuk-kantuk
• Bicara cedal
• Koordinasi motorik terganggu
• Acuh terhadap lingkungan dan kurang perhatian
• Perilaku manipulatif untuk mendapatkan zat adiktif
• Kontrol diri kurang
e. Tingkah laku pada pengguna kokain
• Hyperaktif
• Euphoiria sampai agitasi
• Iritabilitas
• Halusinasi dan waham, seperti skisofrenia paranoid
• Kewaspadaan berlebihan
• Sangat tegang
• Gelisah dan insomnia
• Tampak mem,besar-besarkan sesuatu
• Dalam keadaan over dosis : kejang , delirium dan paranoid
f. Tingkah laku pengguna halusinogen
• Tingkah laku tidak dapat diramalkan, Tingkah laku merusak diri
• Distorsi ( Gangguan dalam penilaian) waktu dan jarak.
• Sikap merasa diri besar
• Kewaspadan meningkat
• Depersonalisasi
• Pengalaman yang gaib/ajaib

Mekanisme koping
Mekanisme koping yang digunakan adalah denial dari masalah, proyeksi untuk melepaskan tanggung jawab dan disosiasi sebagai efek dari penggunaan zat adiktif
Data khusus yang perlu didapat saat menghadapi orang dengan ketergantungan
• Jumlah dan kemurnian zat yang digunakan
• Seringnya menggunakan ( hari, minggu, bulan )
• Metode ( rokok, hisap Injeksi, dll )
• Dosis terakhir yang dugunakan
• Cara memperoleh zat
• Dampak bila tidak menggunakan
• Jika over dosis beratnya seberapa
• Tujuan pasen datang
• Sisem dukungan yang ada ( keluarga, sosial dan finansial)
• Tingkah laku manipulaitf


Diagnosa Keperawatan
Menurut NANDA diagnosis keperawatan pada pengguna zat adiktif adalah sebagai berikut :
  1. Regimen Teraputik tidak efektif
  2. Gangguan proses pikir
  3. Gangguan persepsi sensori : halusinasi visual.
  4. Gangguan isolasi sosial : Menarik diri
  5. Koping individu tidak efektiv
  6. Gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah
  7. Gangguan konsentrasi
  8. Gangguan pola aktifitas
  9. Koping Keluarga tidak efektif
  10. Ketidakberdayaan
  11. Hopelessness
  12. Resiko mencederai diri sendiri

Perencanaan
  •  Membahas dengan pasien tinhgkah laku menyalahgunakan zat dan resiko pengunaan
  •  Membantu pasien mengidentifikasi masalah penyalahgunan zat
  •  Mendorong pasien agar mau mengikuti program terapi
  •  Mendorong pasien mengutarakan hal-hal yang menyebabkan penyalahgunaan zat
  •  Membantu pasien mengenal dan menggunakan koping yang sehat
  •  Konsisten memberi dukungan
  •  Memberikan perawatan fisik : observasi tanda vital, keseimbangan cairan dan kejang
  •  Memberikan obat sesuai dengan dosis ( terapi detoksifikasi)
  •  Observasi sindroma putus zat dan mencatat adanya kemungkinan sinroma putus zat
  •  Identifikasi dan kaji sistem dukungan sosial
  •  Menyediakan dukungan dari orang-orang yang berarti
  •  Memberikan pendidikan kepada pasien yang berarti tentang masalah penyalahgunaan zat adiktif dan sumber yang tersedia untuk mengatasi
  •  Mengirim pesan pada sumber yang tepat dan memberi dukungan sampai pasien ikut dalam program
  •  Menganjurkan pasien untuk menggali cara alternatif pemecahan masalah pada stress dan situasi yang menyulitkan
  •  Menolong pasien untuk mengidentifikasi masalah, pendekatan pemecahan masalah dan mengevaluasi proses
  •  Membatu klien mengidentifikasikan dan mengekspresikan cara yang diterima dan memberikan dorongan yang positif
  •  Mengikutsertakan pasien dalam kelompok teman sebaya untuk mengkonfrontasikan, umpan balik positif dan membagi perasaan
  •  Mengikutsertakan pasien dalam merehabilitasikan vokasional pelayanan sosial dan sumber lain sesuia dengan kebutuhan individu

Minggu, 20 Desember 2009

20 BENTUK PENYIMPANGAN SEX (jilid 1)

Sex adalah  salah satu kebutuhan dasar manusia, berdasarkan sebuah penelitian diketemukan bahwa orientasi manusia terhadap sex sangat besar, sehingga jika kita mau mencoba menelaah lebih jauh maka kita akan menemukan beberapa fakta unik terkait dengan keyword sex dimesin pencari, ketika kata tersebut diketikkan maka anda akan menemukan 634.000.000 pencarian, bahkan sex menjadi salah satu alasan manusia untuk membangun komitmen dalam ikatan pernikahan. Selama ini sex dianggap tabu sehingga banyak yang mencari informasi tentang sex dengan sembunyi – sembunyi, akhirnya informasi yang didapatkan justru menyesatkan. Untuk mencegah kesalahan informasi tersebut berikut ini macam - macam kelainan seks yang (mungkin) perlu kita ketahui:

  1. ABLUTOPHILIA : suatu kondisi dimana seseorang merasa terangsang ketika dia memikirkan mandi dengan air hangat.
  2. ACROTOMOPHILIA : Suatu kondisi dimana seseorang bergairah kalau melihat bagian tubuh manusia tertentu yang sudah diamputasi, misalnya kaki yang diamputasi.
  3. AMAUROPHILIA : Suatu kondisi dimana seseorang memiliki kegemaran berhubungan seks dengan orang buta atau orang yang ditutup matanya.
  4. ANACLITISM : Suatu kondisi dimana salah satu pelakunya berpura-pura menjadi bayi dan diperlakukan seperti bayi juga.
  5. AUTAGONISTOPHILIA : Suatu kondisi dimana seseorang menciptakan suasana yang memudahkan orang lain untuk melihatnya telanjang. misalnya membiarkan tirai jendelanya terbuka dan ia akan berjalan2 di rumah sambil telanjang.
  6. AUTOEROTIC ASPHYXIATION Suatu kondisi dimana seseorang menikmati kepuasan dalam kondisi mencekik
  7. AUTOPEDERASTY : Suatu kondisi dimana seseorang pria memiliki obsesi , untuk memasukkan alat vitalnya ke dalam lubang pantat sendiri.
  8. BACKSWINGING : Suatu kelainan yang ditandai dengan melakukan anal seks tetapi posisi obyek dalam posisi tidur tengkurap.
  9. BASTINADO : Bentuk penyiksaan dengan cara memukuli telapak kaki berulang-ulang untuk memperoleh kepuasan seksual.
  10. BELONEPHILIA : Suatu kelainan yang bergairah kalau melihat benda2 kecil dan tajam seperti jarum. orang ini juga merasa terangsang kalau ditindik.
  11. BEASTIALITY : Suatu kelainan berupa berhubungan seks dengan binatang.
  12. BDSM : Suatu kondisi dimana seseorang terstimulasi untuk melakukan permainan seks yang melibatkan ditimbulkannya rasa sakit untuk memperoleh kenikmatan.
  13. BUKKAKE : Sebuah kelainan dimana seorang wanita dikubur di tanah sampai sebatas kepalanya saja lalu beberapa orang pria mengelilinginya melakukan kemudian melakukan masturbasi bersama-sama dan mengeluarkan cairan semen  ke kepala si cewek.
  14. C&B TORTURE : Suatu kelainan dengan Cara2 menyiksa alat vital seorang laki - laki
  15. CANDLING : Aktivitas pemuasan kebutuhan seksual dengan cara melelehkan lilin cair yang masih panas ke bagian tubuh tertentu.
  16. CATAGELOPHILIA : Suatu kondisi dimana seseorang akan merasa terangsang kalau merasa dipermalukan.
  17. CRHEMASTITOPHILIA : Suatu perasaan dimana perasaan terangsang yang dirasakan oleh seseorang dalam situasi  dirampok.
  18. CLOT : Suatu kelainan berupa kegemaran mengintip wanita melakukan hal2 yang berhubungan dengan menstruasi.
  19. COPROPHILIA : Suatu kelainan berupa merasakan kenikmatan seksual dengan bermain-main dengan kotoran manusia.
  20. COPROPHAGIA : Suatu kelainan berupa merasakan kenikmatan seksual dengan memakan kotoran manusia.
berlanjut ke jilid II======> postingan berikutnya



Sumber:
untukku
David Rosenham dan Martin Seligman, "Abnormal Psychology".


Jumat, 18 Desember 2009

7 CIRI GANGGUAN JIWA

Ada 7 ciri seseorang mengidap gangguan jiwa, jika ciri - ciri ini dapat dikenali dengan baik maka gangguan tersebut akan terdeteksi dengan sangat cepat, semakin cepat sebuah gangguan jiwa terdeteksi maka penanganannya juga lebih cepat. Melihat acara ditelevisi yang menayangkan banyaknya kejadian Bunuh Diri, maka perlu peran serta masyarakat agar kejadian bunuh diri tersebut dapat berkurang.

  1. Menarik diri dari interaksi sosial : seseorang mulai memiliki keinginan untuk menyendiri, memiliki imaginasi yang sangat tinggi dan menikmati sebuah suasana kesendirian, suasana kesendirian yang terlalu berkepanjangan membuat seseorang menikmati kesendirian tersebut dan memicu munculnya fantasi - fantasi semu, jika fantasi - fantasi tersebut berubah menjadi sebuah persepsi nyata dan persepsi tersebut diyakini oleh yang bersangkutan maka seseorang tersebut akan mulai berbicara sendiri, berbicara dengan fantasinya dll.
  2. Mengalami kesulitan mengorientasikan waktu, orang dan tempat. Seseorang mengalami ketidakmampuan untuk mengingat dimana dia berada dan jam berapa dia saat itu, orang dengan kesulitan orientasi ini terjadi karena memorinya hanya berputar pada masalah - masalah yang dia pikirkan, sehingga dia kehilangan kemampuan untuk mengenali waktu dan tempat.
  3. Mengalami penurunan daya ingat dan daya kognitif parah : ketika diminta untuk melakukan perhitungan sederhana maka dia tidak mampu melakukan dengan mudah, perhitungan yang mudah tersebut menjadi sebuah tugas sulit untuk mereka.
  4. Mengabaikan penampilan dan kebersihan diri : orang dengan gangguan jiwa mengabaikan penampilan dan kebersihan diri, gambaran dirinya negativ sehingga mereka menganggap penampilan tersebut tidak penting, bahkan beberapa penderita gangguan jiwa parah telanjang dan tidak mengenakan busana berkeliaran kemana - mana.
  5. Memiliki labilitas emosional : bisa mengalamai perubahan mood yang sangat cepat, perubahan yang fluktuatif ini membuat penderita gangguan jiwa menjadi susah terkontrol, stimulus yang sangat ringan bisa membuat mereka menjadi marah secara berlebih atau justru sedih secara berlebih.
  6. Memiliki perilaku yang aneh : mengurung diri dikamar, berbicara sendiri, tertawa sendiri, marah berlebihan dengan stimulus ringan, tiba - tiba menangis, berjalan mondar - mandir, berjalan tanpa arah dan tujuan yang jelas.
  7. Memiliki keengganan melakukan segala hal : mereka berusaha untuk tidak melakukan apa - apa bahkan marah jika diminta untuk melakukan apa - apa.
Jika anda menemukan beberapa gejala tersebut, alangkah baiknya segera membawa orang yang bersangkutan ke Psikiater, Dokter Spesialis Jiwa, Rumah Sakit Jiwa atau ke Klinik Penyembuhan gangguan jiwa sehingga penderita masih bisa ditolong secepat mungkin.

Jika anda tertarik mencari penelitian - penelitian terbaru dari kampus - kampus ternama di dunia tentang gangguan jiwa, berikut ini cara mencarinya :

Selasa, 15 Desember 2009

Film Terhebat tentang Halusinasi

A BEAUTIFUL MIND

Film tentang Gangguan Jiwa yang sangat menarik, film ini dimainkan oleh Russel Crow, film ini menceritakan kehidupan John Nash peraih Nobel Ekonomi tahun 1994, Dalam film ini dikisahkan Halusinasi yang dialami oleh John Nash, dalam keseharian diceritakan bahwa John Nash meyakini bahwa dia memiliki seorang teman sekamar, teman sekamar ini seorang cowok, ternyata secara realita teman sekamar ini tidak ada.  Halusinasi yang kedua adalah dia meyakini bahwa dia memiliki seorang keponakan perempuan. Akibat fatal dari halusinasinya tersebut adalah John Nash merasa terlibat dalam sebuah skandal rahasia militer. Dia merasa dilibatkan dalam sebuah proyek rahasia yang menjadi perang untuk dua negara adidaya.

Dalam film ini pula digambarkan bahwa John Nash adalah seorang yang anti sosial, selain tidak suka berkumpul dengan teman - temannya yang lain untuk sekedar bersenang - senang, dia juga memiliki sebuah keinginan untuk menjadi salah seorang Professor di Universitas tempat dia sekolah, keinginan yang tinggi ini sebenarnya bagus tetapi persepsinya terhadap realita menjadi berubah. Kesendirian, kesepian membuat John Nash menciptakan sebuah dunia yang nyaman untuk dirinya sendiri.

Dalam sebuah kejadian John Nash membuat beberapa kode - kode rumit yang dia anggap mampu menjadi solusi sebuah kejadian, akhirnya John Nash di rawat di RSJ. Setelah John Nash menikah, kejadian halusinasinya mulai menurun, tetapi karena lambatnya respon terhadap lingkungan, anak kandungnya nyaris tenggelam ketika akan dimandikan, perjuangan istri John Nash layak di jadikan sebuah teladan, John Nash akhirnya memberitahukan kepada dunia bagaimana dia bisa menjadi salah seorang profesor ekonomi terkemuka di Dunia dan meraih Nobel meski sempat mengalami Halusinasi dan menderita Schizofrenia.

Senin, 14 Desember 2009

MANAGEMEN KRISIS

Managemen krisis adalah sebuah situasi kegawat daruratan pada klien penderita gangguan jiwa, rata - rata pasien yang masuk dalam kategori managemen krisis adalah pasien yang mengalami kondisi labil, terjadi pada pasien baru, pasien yang mengalami kekambuhan, pasien dengan regimen terapeutik tidak efektif, pasien amuk, pasien gaduh gelisah, pasien putus obat dan beberapa penyebab lain.

Tanda dan Gejala
  1. Pasien Mondar - mandir
  2. Tatapan mata tajam
  3. Pasien susah tidur
  4. Pasien menggangu pasien lain
  5. Pasien berteriak - teriak
  6. Pasien memukul benda atau tempat tidur
  7. Pasien menimbulkan suasana gaduh
  8. Pasien menolak instruksi
  9. Pasien menyerang pasien lain, menyerang perawat atau tenaga kesehatan yang lain
Sebenarnya ada begitu banyak gejala dari pasien krisis ini tetapi, beberapa hal diatas hanya sebagai representasi dari sebuah situasi krisis pada klien gangguan jiwa.

Peran Perawat dalam situasi krisis
  1. Kolaborasi medis pemberian psikofarmaka 
  2. Melakukan pemberian psikofarmaka sesuai order
  3. Melakukan restrain
  4. Managemen krisis
  5. Pertimbangan melakukan ECT
  6. Managemen lingkungan
  7. Beri instruksi pada pasien lain terkait kondisi pasien kritis
  8. Monitoring kondisi klien
Beberapa pertimbangan dalam melakukan Managemen krisis
  1. Keselamatan pasien lain
  2. Keselamatan pasien sendiri
  3. Keselamatan pasien yang bersangkutan
  4. Keselamatan Lingkungan
Managemen krisis dapat terjadi setiap saat dan setiap waktu, sehingga monitoring pada beberapa pasien - pasien tertentu layak menjadi sebuah pertimbangan, sebelum akhirnya timbul korban dari situasi labil pada klien tersebut.

Kamis, 10 Desember 2009

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK: ORIENTASI REALITA

Terapi Aktivitas Kelompok Oientasi Realita (TAK): orientasi realita adalah upaya untuk mengorientasikan keadaan nyata kepada klien, yaitu diri sendiri, orang lain, lingkungan/ tempat, dan waktu.

Klien dengan gangguan jiwa psikotik, mengalami penurunan daya nilai realitas (reality testing ability). Klien tidak lagi mengenali tempat, waktu, dan orang-orang di sekitarnya. Hal ini dapat mengakibatkan klien merasa asing dan menjadi pencetus terjadinya ansietas pada klien. Untuk menanggulangi kendala ini, maka perlu ada aktivitas yang memberi stimulus secara konsisten kepada klien tentang realitas di sekitarnya. Stimulus tersebut meliputi stimulus tentang realitas lingkungan, yaitu diri sendiri, orang lain, waktu, dan tempat.

TUJUAN
Tujuan umum yaitu klien mampu mengenali orang, tempat, dan waktu sesuai dengan kenyataan, sedangkan tujuan khususnya adalah:

   1. Klien mampu mengenal tempat ia berada dan pernah berada
   2. Klien mengenal waktu dengan tepat.
   3. Klien dapat mengenal diri sendiri dan orangorang di sekitarnya dengan tepat.

AKTIVITAS DAN INDIKASI
Aktivitas yang dilakukan tiga sesi berupa aktivitas pengenalan orang, tempat, dan waktu. Klien yang mempunyai indikasi disorientasi realitas adalah klien halusinasi, dimensia, kebingungan, tidak kenal dirinya, salah mngenal orang lain, tempat, dan waktu.

TAK ORIENTASI (disorientasi) REALITAS
Sesi 1.: Pengenalan Orang
Tujuan
   1. Klien mampu mengenal nama-nama perawat.
   2. Klien mampu mengenal nama-nama klien lain.
Setting
   1. Terapis dank lien duduk bersama dalam lingkaran.
   2. Ruangan nyaman dan tenang.
Alat
   1. Papan nama sejumlah klien dan perawat yang ikut TAK
   2. Spidol
   3. Bola tennis
   4. Tape rcorder
   5. kaset “dangdut”
Metode
   1. Dinamika kelompok
   2. Diskusi dan Tanya jawab
 
Langkah Kegiatan

   1. Persiapan
  • memilih klien sesuai dengan indikasi
  • membuat kontrak dengan klien
  • mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

   2. Orientasi

   1. salam terapeutik : Salam dari terapis kepada klien

   2. evaluasi/ validasi : menanyakan perasan klien saat ini.

   3. Kontrak
         1. terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mengenal orang
         2. terapis menjelaskan atuaran main berikut:
  • Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada terapis.
  • Lama kegiatan 45 menit
  • Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai.

   3. Tahap Kerja
  • terapis membagikan papan nama untuk masing-masing klien
  • terapis meminta masing-masing klien menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal
  • terapis meminta masing-masing klien menuliskan nama panggilan di depan papan nma yang dibagikan
  • terapis meminta masing-masing klien memperkenalkan diri secara berurutan, searah jarum jam dimulai dari terapis, meliputi menyebutkan: nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi
  • terapis menjelaskan langkah berikutnya: tape recorder akan dinyalakan, saat musik terdengar bola tenis dipindahkan dari satu kien ke klien lain. Saat musik dihentikan, klien yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi dari klien yang lain (minimal nama panggilan).
  • Terapis memutar tape recorder dan menghentikan . saat musik berhenti, klien klien yang sedang memegang bola tennis menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi klien yang lain.
  • Ulangi langkah f sampai semua klien mendapatkan giliran.
  • Terapis memberikan pujian untuk setiap keberhasilan klien dengan mengajak klien lain bertepuk tangan.
   4. Tahap terminasi
         1. Evaluasi : 
  • terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK,terapis memberikan pujian atas  keberhasilan kelompok.       
  • tindak lanjut : terapis menganjurkan klien menyapa orang lain sesuai dengan nama panggilan.
  • kontrak yang akan datang

Evaluasi dan Dokumentasi

Evaluasi

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK orientasi realitas orang, kemampuan klien yang diharapkan adalah dapat menyebutkan nama, panggilan, asal, dan hobi klien lain.

Selasa, 08 Desember 2009

PERILAKU KEKERASAN DI SINETRON

Jika kita melihat beberapa tayangan Sinetron ditelevisi maka Perilaku Kekerasan menjadi sebuah harga mati yang selalu ada dalam setiap episode sinetron, selalu ada tokoh protagonis dan tokoh antagonis, kedua tokoh ini selalu bermusuhan, tokoh protagonis akan menjadi obyek penderita, yang selalu dicaci maki, selalu dimarahi, selalu dilecehkan, selalu dihina, selalu mendapatkan perlakuan yang tidak pantas, dan pelaku perbuatan tidak pantas tersebut adalah tokoh protagonis. Penciptaan dua tokoh yang saling bertentangan ini membawa sebuah daya tarik tersendiri bagi pemirsanya, padahal jam tayang sinetron tersebut bisa saja disaat anak - anak belum tidur.

Konsekuensi dari paparan sinetron yang memiliki muatan kekerasan verbal tersebut, menjadi sebuah role model bagi anak - anak untuk berlatih menghujat, mengkritik, memprotes, menghina, melecehkan atau bahkan memperlakukan temannya dengan tidak pantas, ketika sempat digegerkan kasus Genk Nero, dihebohkan kasus bentrok antar mahasiswa sebuah perguruan tinggi bahkan kasus bentrok satpol PP dengan pedagang, betapa muatan perilaku kekerasan tersebut telah tercampur adukkan dengan berita dan informasi sehingga penonton seolah - olah tidak menyadari efek jangka panjang dari tayangan ini.

Komisi pengawas penyiaran seolah tidak menyadari bentuk Kekerasan verbal tersebut dan membiarkan acara caci maki, ejek - mengejek, acara saling serang dan adu argumen tersebut berlangsung dilayar kaca dengan bebasnya. Bahkan acara - acara tersebut berada di jam - jam yang masih sore, jam dimana anak - anak belum tidur. Perilaku kekerasan seolah menjadi hal yang biasa, tayangan berbau kekerasan dianggap bukan sebagai sebuah masalah, tayangan kekerasan telah dianggap sebagai bagian dari komersialisasi media televisi.

Akankah kita berdiam diri melihat stimulus - stimulus perilaku kekerasan tersebut berlalu lalang dilayar kaca kita, akankah kita memberikan sebuah teguran halus agar jam tayang sinetron dikendalikan, sehingga sinetron yang bermuatan kekerasan verbal akan terjauh dari anak - anak, jejali anak - anak dengan hiburan - hiburan lain yang jauh dari kekerasan verbal, jika kejadian ini dibiarkan dalam jangka panjang maka kita akan melihat sebuah generasi BARBAR yang sangat besar dinegeri ini. Semoga saja sejak sekarang hal tersebut dapat dicegah dan diantisipasi. Andai saja banyak orang yang tahu faktor - faktor apakah yang membuat seseorang menderita gangguan jiwa

Senin, 07 Desember 2009

GILA GARA - GARA JUDI


Seorang pria berusia sekitar 40 tahunan menderita gangguan jiwa setelah toko material yang dia rintis selama 10 tahun harus bangkrut akibat kecanduan judi, pada awalnya pria ini tidak hobby bermain judi sampai akhirnya dia mencoba bermain togel, pada awalnya dia hanya membeli sebesar Rp. 5000 rupiah, entah karena beruntung atau karena memang itu awal mula dia terbujuk rayuan setan maka uang Rp. 5000 tersebut berubah menjadi jutaan dalam waktu semalam, setelah mendapatkan uang yang besar dengan cara mudah tersebut, pria ini makin berani mempertaruhkan uangnya untuk beli togel.


Setelah sempat membeli beberapa buah truk, memperbesar usaha materialnya, menambah jumlah pekerja dll, dia mulai dibutakan oleh judi, dia mulai mengenal dadu, mengenal pula permainan kartu yang dilakukannya dibawah pohon rambutan bersama beberapa orang temannya.  Setelah sering menang bermain dadu maka dia mulai bermain disebuah kasino, sebuah tempat perjudian elit, sebuah tempat perjudian yang memang mempertaruhkan uang dalam jumlah besar, beberapa kali dia mampu memenangkan permainan dan mendapatkan keuntungan besar beberapa kali dari judi.


Sampai akhirnya dunia berbalik memusuhinya, ketika dia sedang bertaruh dalam jumlah yang sangat besar, dia kalah, untuk mengejar kekalahannya tersebut dia meminjam kepada seorang teman dalam jumlah yang besar pula, uang yang dipertaruhkan menjadi semakin menggila, sampai akhirnya satu persatu truk yang dia miliki dijual, usaha toko materialnya mengalami kemunduran hebat karena modalnya terkuras di meja judi.


Sampai akhirnya rumah kebanggaanya tersebut disita, mobil mewahnya disita untuk menutup hutang, mengalami perubahan kehidupan yang drastis, dia menjadi gila dan meracau dipinggir jalan, mentalnya tidak kuat menerima kenyataan dia harus hidup miskin, akibatnya dia harus dirawat di RSJ dan mendapatkan perawatan yang semestinya, tiap hari dia sering menangis sendiri, tertawa sendiri karena merasa mendapatkan kehidupan yang jauh dari harapan, keuntungan judi yang belum sempat dinikmatinya harus dibayar dengan penyakit gangguan mental.

Senin, 30 November 2009

INVESTASI ITU MEMBUATNYA MENDERITA

Seorang pria paruh baya mengeluhkan nasib buruknya, semua harta yang selama ini ia kumpulkan dari kerja kerasnya sebagai seorang pengusaha material harus terkuras habis untuk membiayai hutang bank nya setelah dia tertipu INVESTASI ratusan juta rupiah. Semua berawal dari bujuk rayu seorang teman yang dikenalnya, sang teman tersebut menunjukkan sebuah Toyota Innova terbaru yang katanya hasil dari berinvestasi yang setiap bulannya mampu memberikan dana sebesar 10 % dari dana yang disimpan.

Bujuk rayu tersebut mampu meluluhkan istri dari pria paruh baya tersebut, akhirnya dengan berbekal sertifikat rumah, dia berhutang ke bank untuk mendapatkan pinjaman. Setelah mendapatkan pinjaman pria paruh baya tersebut memasukkan ke rekening investasi yang katanya akan membuat dia mampu HIDUP NYAMAN TANPA HARUS BEKERJA KERAS, sebuah slogan yang sangat manis dan sangat menarik, jika saja pria tersebut mau membaca BIOGRAPHY PENGUSAHA SUKSES, maka dia akan menemukan sebuah pelajaran berharga bahwa KESUKSESAN selalu membutuhkan HARGA yang harus dibayar.

Setelah sempat menikmati hasil selama 6 bulan dan mendapatkan cashback sebesar 25 % dari total dana yang dia setor, akhirnya pria tersebut harus berurusan dengan masalah finansial, ada tetangga yang mencibir, ada yang empati dan ada yang turun tangan membantu pria paruh baya tersebut bangkit dari keterpurukan, setelah mengalami depresi hebat, pria paruh baya ini nyaris melakukan percobaan bunuh diri, dia merasa malu dengan kegagalan yang dia alami.

Terkadang ada banyak tukang tipu berbaju rapi , memakai jas dan naik mobil untuk meyakinkan korbannya, setelah dia menghisap habis darah korbannya maka dia segera pergi berlalu meninggalkan korbannya dalam keadaan sekarat, mungkin pria paruh baya ini telah mendapatkan sebuah pelajaran kehidupan yang paling berharga, sebuah pelajaran bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang, jika kita tidak memiliki visi maka kehidupan akan mempermainkan kita, bujukan bahwa cara A mampu membawa kekayaan dalam waktu cepat menarik minat banyak orang, anehnya korban dari kejadian ini selalu saja ada.

Tidak ada kehidupan yang mudah, bayi membutuhkan waktu beberapa bulan hanya untuk mengucapkan vokal, dan membutuhkan waktu satu tahun untuk mampu berjalan, sebuah bisnis, sebuah investasi, sebuah pembelajaran selalu membutuhkan proses panjang, berliku, mendaki, penuh rintangan bahkan penuh jebakan, dibutuhkan sebuah mental yang kuat dan JIWA yang SEHAT untuk mampu melewati itu semua, tanpa kekuatan mental maka manusia akan mudah terperdaya oleh fatamorgana kehidupan.

"Hilangkan harapan!" satu pesan yang disampaikan oleh Bob Sadino, seorang konglomerat besar negeri ini, hilangkan harapan agar kelak tidak mengalami kekecewaan, meski sedikit bertentangan dengan "gantungkan cita - citamu setinggi langit", pesan tersebut sangat masuk akal, terlalu banyak harapan membuat kita kecewa, tidak memiliki harapan membuat hidup menjadi hampa, tetapkan target tetapi jangan berharap...masih membingungkan??? renungkan dan resapi dalam hati.


Selasa, 24 November 2009

BEDA VISI, HALUSINASI DAN WAHAM

Apa beda Visi, Halusinasi dan Waham? apa yang membedakan seorang Visioner dengan penderita Gangguan Jiwa halusinasi maupun Waham?

Visi merupakan sebuah ide jangka panjang yang dirumuskan untuk menentukan titik yang akan dicapai dimasa depan, Visi adalah kristalisasi dari imajinasi seseorang yang tergambar secara abstrak didalam pikiran. Imajinasi ini berbentuk sebuah gambar 3 dimensi abstrak yang jika dituangkan dalam sebuah skema maka skema tersebut mampu dibaca oleh orang lain, ketika gambar 3D tersebut disalin atau diterjemahkan oleh seorang ahli gambar maka imajinasi tersebut mampu direalisasikan oleh seorang ahli konstruksi menjadi sebuah bentuk atau jika imajinasi tersebut berbentuk soft skill maka soft skill tersebut mampu diterapkan oleh orang lain.

Halusinasi adalah kesalahan persepsi terhadap sebuah obyek sedangkan obyek tersebut sebenarnya tidak ada? mengapa seseorang bisa mengalami halusinasi? ada beberapa sebab seseorang berhalusinasi : trauma kepala, penyalahgunaan zat, trauma psikologis dll. Sama - sama membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada tetapi halusinasi lebih rancu dan bias, orang lain tidak mampu melukiskan bentuk halusinasi tersebut karena obyek yang digambarkan dalam imajinasi penderita halusinasi berbentuk tak beraturan, sehingga apa yang mereka lihat hanya mereka sendiri yang mampu menerjemahkan dan membacanya.

Waham lebih parah dari halusinasi, penderita waham bisa sangat yakin dengan kesalahan persepsi tersebut, dari kesalahan memandang dirinya sendiri sehingga merasa PALING dari orang lain, perasaan PALING tersebut membuat dia melakukan isolasi sosial, menjauh dari kelompok ketika dia kecil dan memilih kelompok khusus dengan perasaan PALING pula. Merasa PALING membuat seseorang merasa berbeda, merasa LEBIH dari orang lain, akibatnya mereka melakukan perilaku yang TIDAK SESUAI dengan kaidah yang berlaku di masyarakat.

Visi melihat masa depan dengan sebuah detil yang mampu dijabarkan dengan sangat rinci dan detil oleh sang imajinator sedangkan halusinasi dan waham adalah bentuk absurd dan abstrak dari kekacauan proses pikir, sehingga terkadang waham disebut dengan gangguan isi pikir sedangkan halusinasi disebut dengan GANGGUAN PERSEPSI SENSORI, gangguan jiwa bukanlah sebuah bentuk abstrak, meskipun psikologis tidak memiliki kriteria ukur yang jelas seperti fisik tetapi psikologis dapat dinilai dengan beberapa indikator - indikator yang sesuai.

Minggu, 15 November 2009

BEDA ORANG BAIK DAN ORANG TIDAK BAIK

  1. Ketika orang baik lewat semua orang MENYAPANYA...ketika orang tidak baik lewat semua orang berusaha MENGHINDARINYA.
  2. Ketika orang baik sakit semua orang MENJENGUKNYA...ketika orang tidak baik sakit TIDAK ADA YANG MEMPERDULIKANNYA.
  3. Ketika orang baik berlimpah rejeki maka dia akan MEMBAGIKANNYA kepada saudara, tetangga dll...ketika orang tidak baik berlimpah rejeki maka dia akan MEMAMERKANNYA kepada saudara dan tetangganya.
  4. Ketika orang baik berbicara semua orang MENDENGARKANNYA...ketika orang tidak baik berbicara orang MENGABAIKANNYA.
  5. Ketika orang baik bertanya, yang ditanya akan menjawab SEMAKSIMAL dia menjawab...ketika orang tidak baik bertanya, yang ditanya akan menjawab SEADANYA.
  6. Ketika orang baik menasehati orang lain, orang tersebut akan MEMATUHINYA...ketika orang tidak baik menasehati orang lain, orang tersebut akan MEMBANGKANG terhadap nasehatnya.
  7. Ketika orang baik meninggal semua orang BERDUKA Dan merasa kehilangan, ketika orang tidak baik meninggal semua orang BERSYUKUR dan merasa terlepas dari beban.
  8. Ketika massa mulai marah, orang baik akan MENDINGINKAN suasana, ketika massa mulai marah, orang tidak baik justru MEMANASKAN suasana.
  9. Ketika orang baik ada maka suasana terasa SEJUK, ketika orang tidak baik ada maka suasana terasa PANAS.
Entah kita ada diposisi orang baik atau orang tidak baik, bahkan terkadang saat ini baik besok menjadi tidak baik. Dua keping mata uang ini akan berjalan beriringan di dunia ini, sejahat - jahatnya orang dia pasti memiliki KEBAIKAN, sebaik - baiknya orang dia masih memiliki KETIDAKBAIKAN dalam dirinya..

Kehidupan akan menjadi bermakna ketika kita bisa berguna, bermanfaat dan memberi cahaya bagi orang lain, membuat diri bermanfaat tentu didasarkan pada peningkatan kualitas diri, peningkatan kemampuan diri, perenungan terhadap segala hal yang sudah kita lakukan dll. Jika kita mau merenungi semua yang telah terlewat dan jalan panjang yang masih membentang, masihkah kita memelihara sifat tidak baik tersebut dalam diri kita??? semua kembali ke diri masing - masing.

Minggu, 08 November 2009

GANGGUAN JIWA & EGOMECHANISME DEFENCE

Penyakit jiwa identik dengan gila. Pola pikir bahwa penyakit jiwa selalu berarti gila adalah mindset yang keliru yang terlanjur turun menurun di masyarakat. Masyarakat acapkali memandang sebelah mata kepada dokter spesialis jiwa karena menurut mereka dokter spesialis jiwa pekerjaanya tidak seperti dokter kebanyakan. Yang termasuk penyakit jiwa sangat banyak, menurut buku pegangan untuk diagnosa bagi dokter spesialis jiwa Indonesia yaitu Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ), penyakit jiwa dibagi dalam 10 kelompok besar yang masing-masing kelompok terdiri atas begitu banyak jenis gangguan jiwa.

Beberapa penyakit berikut termasuk dalam penyakit jiwa jiwa : dementia , skizofrenia dan variannya, depresi, manik, narkoba dan alkoholisme, kecemasan, anorexia nervosa – bulimia, autisme, gangguan kepribadian, penyimpangan seksual dll. Ilmu kejiwaan itu meliputi hal-hal yang umum di masyarakat seperti permasalahan bunuh diri, hobi melakukan tindak kriminal, masalah stress berat karena ditinggal pacar atau karena kematian orang disayang, permasalahan anak yang hiperaktif dan tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah, homoseksual, hobi mengintip pakaian dalam wanita atau menunjukkan aurat di depan umum, kecenderungan wanita yang sering memuntahkan makanan yang dimakannya, cuci otak kaum teroris, kekerasan dalam rumah tangga dan masih banyak lagi.

Ilmu kejiwaan mempelajari banyak fenomena sosial dan cara-cara penangannya baik dengan terapi obat-obatan maupun konseling. Konsep penyebab gangguan jiwa yang popular adalah kombinasi bio-psiko-sosial. Gangguan jiwa disebabkan karena gangguan fungsi komunikasi sel-sel saraf di otak, dapat berupa kekurangan maupun kelebihan neurotransmitter atau substansi tertentu. Pada sebagian kasus gangguan jiwa terdapat kerusakan organik yang nyata padas struktur otak misalnya pada demensia. Jadi tidak benar bila dikatakan semua orang yang menderita gangguan jiwa berarti ada sesuatu yang rusak di otaknya. Pada kebanyakan kasus malah faktor perkembangang psikologis dan social memegang peranan yang lebih krusial. Misalnya mereka yang gemar melakukan tindak criminal dan membunuh ternyata setelah diselidiki disebabkan karena masa perkembangan mereka sejak kecil sudah dihiasi kekerasan dalam rumah tangga yang ditunjukkan oleh bapaknya yang berprofesi dalam militer. Jadi ilmu jiwa justru merupakan satu-satunya ilmu yang mengenali penyakit medis secara komplet, yaitu dari segi fisik, pola hidup dan juga riwayat perkembangan psikologis atau kejiwaan seseorang. Oleh karena itu pengobatan ilmu kejiwaan juga bersifat menyeluruh, tidak sekedar obat minum saja, tetapi meliputi terapi psikologis, terapi perilaku dan terapi kognitif/konsep berpikir.

Setiap individu hendaknya mengetahui konsep-konsep tentang gangguan jiwa dan pencegahannya. Mungkin saat ini cukup banyak masyarakat awam yang rajin membaca rubrik kesehatan baik lewat tabloid maupun internet, tapi sayangnya permasalahan gangguan jiwa kurang popular jika dibandingkan masalah osteoporosis, hipertensi, penyakit jantung, stroke, makanan sehat maupun kesehatan kulit. Padahal yang perlu diketahui, gangguan jiwa dapat mengenai siapa saja. Apalagi di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi stressor seperti sekarang ini. Tahukah Anda bahwa profesi yang paling banyak melakukan bunuh diri di USA itu justru dokter spesialis kejiwaan?

Konsep yang perlu Anda pahami adalah ada 3 mekanisme pertahanan utama jiwa kita untuk menolak terjadinya gangguan jiwa di tengah terpaan badai kehidupan. Ketiga benteng jiwa yang sehat itu adalah personality yang tangguh, persepsi yang positif (positif thinking) dan kemampuan adaptasi. Kepribadian yang tangguh adalah hasil pembelajaran selama proses perkembangan sejak kecil, dan tentunya hal ini didapatkan dengan banyaknya asupan nilai-nilai yang ditanamkan di keluarga dan disekolah serta didapatkan dari banyaknya pengalaman langsung. Nilai-nilai hanya dapat berfungsi jika diterapkan langsung dalam keadaan nyata yaitu dengan banyak bergaul baik dengan lingkungan benar maupun salah. Apabila kita berani SAY YES di lingkungan yang benar dan SAY NO saat di lingkungan salah, lama kelamaan kepribadian kita akan tangguh. Mengurung anak dengan tujuan menghindarinya dari perkenalan dengan narkoba tidak menjamin bahwa kemudian ia tidak terjebak narkoba, yang benar adalah menanamkan nilai-nilai yang tangguh kepada si anak serta membiarkannya mengenal narkoba. Kepribadiannya yang tangguh itu sendiri yang akan membuatnya berani menolak narkoba seumur hidupnya.

Persepsi juga perlu sebagai benteng kejiwaan. Seseorang yang selalu memandang peristiwa yang menimpanya dengan positif dan memandang hari depannya dengan optimis maka ia memiliki jiwa yang sehat. Persepsi positif diperlukan terutama menghadapi kegagalan-demi kegagalan dalam hidup sehingga tidak membuat diri menjadi frustasi berlebih maupun menyalahi diri sendiri bahkan bunuh diri.

Dan yang tidak kalah penting adalah kemampuan adaptasi karena segala sesuatu dalam hidup ini potensial untuk berubah. Hari ini bisa hidup mapan, tapi hari esok siapa tahu. Hari ini bisa bertemu kelompok orang yang asyik, hari esok siapa yang dapat menjanjikan. Adaptasi akan membuat jiwa kita meliuk-liuk dalam kehidupan seperti air yang mengalir. Dengan demikian kita dapat selalu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. Setiap menghadapi bencana maka kita dapat mengubah pemikiran dari “mengapa semua ini harus kualami” menjadi “ setelah semua ini menimpaku, aku harus melakukan apa?”. Dengan demikian kita akan dapat bangkit dan semakin maju setiap kali terjatuh. Lain padang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Artinya, jadilah seseorang yang flexible dengan keadaan yang ada, NOW and HERE.


Dimodifikasi dari Sumber : http:// www.wikimu.com

Selasa, 20 Oktober 2009

MENSIKAPI KEHILANGAN & PERPISAHAN

Perpisahan, kehilangan adalah dua hal yang mampu merubah seseorang dari bahagia menjadi sedih, dari ceria menjadi murung, dari senyum sumringah di wajah menjadi cemberut. Perpisahan terjadi ketika seseorang harus di beri jarak dengan yang disayangi, ketika seseorang diberikan ruang dan waktu berbeda dengan hal - hal yang selama ini telah menjadi kebiasaannya. Pindah tempat tinggal, pindah sekolah, pindah tempat bekerja merupakan sebuah situasi yang menuntut seseorang berpisah dengan kebiasaannya, dia harus beradaptasi dengan situasi baru, orang baru, peraturan baru dll. Jika gagal menghadapi situasi baru ini maka mereka akan mengalami stressor yang mengganggu integritas ego mereka.

Perpisahan dan kehilangan adalah sebuah kepingan kehidupan yang memang harus dihadapi oleh manusia, kita tidak akan pernah bersama dengan segala hal, orang yang sedang menempuh pendidikan suatu saat akan lulus, orang yang tadinya melajang suatu saat akan menikah, orang yang tadinya sering bersama dengan kita tiba - tiba mendapatkan tawaran menggiurkan di Luar negeri, dengan penghasilan yang luar biasa berbeda dengan ketika dia masih bersama kita.

Bagaimana menyikapi perpisahan dan kehilangan ini?
  1. Beri waktu kepada psikologis untuk mengalami 4 Tahap kehilangan ( Denial, Anger, Bargaining dan Assertive), tiap fase membutuhkan waktu yang berbeda - beda tergantung koping mekanisme seseorang. Tahap berduka dan kehilangan ini membutuhkan support system yang kuat, dukungan dari orang terdekat, dukungan dari orang yang kita percayai dan meningkatkan aktivitas spiritual.
  2. Renungkan, Kontemplasi, Komunikasi Intra Personal dengan diri sendiri untuk mengukur sejauh mana dan bagaimana kehidupan kita saat ini.
  3. Canangkan sebuah visi dan susun rencana untuk menggapai visi tersebut
  4. Terima perpisahan maupun kehilangan sebagai sebuah paket dari pemberian yang telah diberikan Allah kepada kita, kehilangan dan menerima adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.
  5. Perkuat fondasi spiritual sehingga kita mampu menerima segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita sebagai sebuah ketentuan dari Allah dan ada rahasia yang belum terungkap dari kehilangan maupun perpisahan tersebut.
  6. Tuliskan apa yang anda rasakan tersebut kedalam diari atau dalam komputer anda, suatu saat kisah perpisahan dan kehilangan tersebut mampu menjadi mahakarya luar biasa yang mampu menyentuh perasaan manusia jika dikemas dengan bahasa sastra.
  7. Beri rasionalisasi terhadap proses kehilangan dan perpisahan tersebut
Perpisahan dan kehilangan bukanlah akhir dari segalanya tetapi kehilangan dan perpisahan adalah salah satu faktor yang mampu membuat seorang yang kuat secara mental sekalipun, ksatria di medan laga sekalipun menjadi terpuruk, menjadi lunglai dan kehilangan kemampuan. kehilangan dan perpisahan adalah sebuah awal, sebuah titik tolak untuk memulai sesuatu yang baru, kehilangan adalah sebuah PELAJARAN yang diberikan oleh Allah kepada manusia agar mereka berpikir bahwa " MANUSIA BOLEH MERENCANAKAN TAPI ALLAH YANG MENENTUKAN".

Minggu, 04 Oktober 2009

3 JENIS MANUSIA

Ada 3 jenis manusia, manusia lebih, manusia cukup dan manusia kurang. Mereka dibedakan bukan dari akumulasi materi, bukan dari banyaknya uang yang tersimpan direkening bukan pula dari berbagai benda yang mereka miliki. Mereka dibedakan berdasarkan cara pandangnya terhadap kehidupan mereka masing - masing..semua manusia bisa mengalami 3 keadaan ini dalam waktu yang bersamaan atau salah satu ada yang dominan atau menonjol. Tidak ada yang paling baik dari 3 jenis ini, karena manusia bisa mengalami ketiga keadaan ini secara berbeda - beda, ada yang bersamaan, ada yang bergiliran atau berurutan.

MANUSIA LEBIH
Mereka memiliki persepsi bahwa apa yang mereka miliki lebih dari yang mereka butuhkan, mereka memiliki kebiasaan untuk berbagi terhadap kelebihan yang mereka miliki, meskipun rumahnya hanya dari gubug bambu namun keluhuran jiwa lebih membuat mereka perduli dengan sekitar, memiliki social respons, memiliki sikap care terhadap situasi dan kondisi disekitarnya, mengembangkan sikap kerjasama dan berusaha membantu orang yang menurut persepsi mereka kurang, ketika mereka memiliki ilmu yang lebih menurut mereka maka akan diajarkan kepada orang lain, definisi mengajarkan tidak harus didalam kelas definisi mengajarkan lebih universal, asalkan ilmu terdistribusi ke orang lain sudah termasuk membagikan ilmu. Manusia lebih tidak pernah melakukan hal - hal, rekayasa, perilaku menyimpang untuk memperkaya diri dengan materi karena mereka memang sudah merasa lebih, mereka tidak memiliki kebiasaan memamerkan koleksi syal dari Russia, sepatu dari Italia, Mobil dari Prancis dll, mereka sudah merasa apa yang mereka miliki lebih.

MANUSIA CUKUP
Manusia cukup merasa bahwa apa yang mereka miliki sudah cukup, karena cukupnya sangat berat bagi mereka untuk berbagi, karena perasaan cukup pula maka mereka menuntut manusia lebih lah yang paling bertanggungjawab untuk berbagi dengan yang lain, mereka tidak. Manusia cukup tidak pernah melakukan rekayasa, tidak pernah melakukan hal aneh dalam kehidupannya karena mereka sudah merasa cukup, makan tercukupi, minum tercukupi, tidur tercukupi dll. Tetapi perasaan cukup tersebut membuat mereka terkadang iri dengan manusia lebih, mereka terkadang sangat mencintai apa yang mereka miliki dan menggenggamnya erat - erat karena khawatir jika suatu saat dia akan menjadi manusia kurang.

MANUSIA KURANG
Manusia kurang selalu merasa apa yang mereka miliki kurang, punya istri satu maka nambah dengan istri satu lagi, punya mobil satu nambah dengan mobil satu lagi, punya motor satu nambah dengan motor satu lagi..manusia kurang selalu merasa apa yang mereka miliki kurang, kebutuhan pada manusia kurang bisa sangat beragam, ada manusia yang kurang makan, ada manusia yang kurang kasih sayang, ada manusia yang kurang perhatian, ada manusia yang kurang perduli dengan orang lain, ada manusia kurang yang berusaha balas dendam dengan masa lalu dan berharap dengan memiliki materi sebanyak - banyaknya akan memenuhi dahaga dan haus mereka akan penghormatan dan respect. Manusia kurang sangat lemah dalam spiritual, karena kurang mereka tidak perduli untuk berbagi dengan sesama karena mereka merasa kurang, meskipun di gaji 50 juta perbulan sekalipun manusia kurang akan meng halalkan segala cara untuk membuatnya keluar dari kondisi manusia kurang, jika memang harus membeli peradilan untuk memenuhi kebutuhannya yang kurang maka mereka akan melakukan suap, melakukan rekayasa dan fitnah agar mereka terlihat sebagai manusia lebih, hasilnya manusia kurang akan terpuruk dalam masalah yang berkepanjangan, derita di dunia akibat perilakunya masih harus dibayar dengan derita nya di akhirat kelak, semoga kita mampu menjaga diri dari menjadi manusia kurang ini.

Senin, 28 September 2009

TEORI DASAR PSIKOPAT

Psikopat berasal dari kata dasar psikopatologis, penyimpangan atau kelainan psikologis, kelainan ini terjadi sebagai akumulasi dari berbagai stressor yang diterima seseorang, stressor ini terakumulasi selama bertahun - tahun, gempuran dari stressor ini merobohkan dinding ego mechanisme defence, seseorang yang di gempur dengan stressor secara simultan dan spartan akan mengalami penurunan kualitas mental, kualitas kehidupan bahkan penurunan kepercayaan diri karena konsep diri yang salah.

Psikopat yang dalam hasil akhirnya melakukan penyerangan, mencederai orang lain bahkan berusaha membuat orang lain kehilangan nyawa terjadi sebagai sebuah reaksi atas aksi yang mereka alami, mendapatkan pelecehan dalam jangka waktu lama, disiksa, disekap, trauma psikologis, sibling rivalry, kehilangan kasih sayang, hidup di kamp konsentrasi, melihat atau bahkan mengalami perang antar gang, menjadi anggota minoritas, menjadi sasaran tindakan kejahatan dll.

Psikopat melakukan serangkaian aksi keji atau tidak berperikemanusiaan akibat dari ketidakmampuan diri menahan gempuran halusinasi, gempuran waham maupun gempuran dari harga diri rendah dan isolasi sosial. Gempuran - gempuran stressor tersebut membuat mereka kehilangan kontrol atas diri, kehilangan kontrol terhadap koordinasi motorik,kehilangan kontrol terhadap koordinasi sensorik bahkan kehilangan kontrol terhadap perasaan.

Orang lain mampu menyebabkan lahirnya psikopat, stigma negatif terhadap orang lain, perilaku tidak perduli dengan, perilaku menjudgment orang lain, menyebarkan fitnah, melakukan penganiayaan, melakukan beberapa perilaku kekerasan terhadap orang lain, pemaksaan kepentingan pribadi, pemaksaan ide dan pola pemikiran membuat orang lain merasa terabaikan bahkan merasa terlecehkan.

Psikopat muncul karena adanya penyebab, adanya situasi yang mengancam secara psikologis, sebuah situasi yang telah mengubah seseorang berubah menjadi IBLIS, sebuah situasi yang membuat seseorang berhati halus menjadi berjiwa angkara murka, yakinkah kita bahwa psikopat pasti seorang pembunuh berdarah dingin? tidak, seorang yang menari diatas derita orang lain juga seorang psikopat, seseorang yang menikmati atas kesengsaraan orang lain juga psikopat, semua orang berpotensi menjadi psikopat, saatnya kita mencegah perilaku - perilaku yang mendukung munculnya psikopat dalam diri orang lain.

Rabu, 09 September 2009

MEMAKSAKAN DIRI TERLIHAT SUKSES

Sebentar lagi mudik akan dipenuhi dengan fenomena orang memaksakan diri agar terlihat sukses, dari yang menyewa mobil di rental mobil, yang ganti handphone baru dengan uang THR, yang memakai perhiasan berlebihan sehingga berpotensi memancing terjadinya tindak kejahatan, sampai cerita bombastis seolah - olah mereka adalah orang - orang sukses, bahkan terkadang demi prestise yang tinggi ini menggadaikan penghasilannya atau menggadaikan barangnya untuk mendapatkan sedikit excessive cash sehingga terlihat sukses ketika lebaran.

Alkisah ada seorang penjual bakso keliling di Jakarta, pulang ke kampung naik Toyota Avanza baru, ketika turun dari mobil memamerkan sebuah Handphone Blacberry, istrinya memamerkan perhiasan diseluruh tubuhnya, anak- anaknya pamer MP4 ke beberapa anak kecil, sambil berkunjung ke rumah beberapa tetangga, Juragan sukses ini memberikan angpau ke beberapa anak kecil, meski isinya cuma 10 ribu tapi sudah mampu membuat anak - anak kecil tersebut senang.

Entah kebetulan atau memang dunia ini sempit, penjual bakso ini bertemu dengan tetangganya seorang direktur BUMN, sang direktur BUMN pulang mudik kali ini hanya dengan naik kereta api executive, penampilan istrinya juga sangat sederhana, anak - anaknya tampak tidak memamerkan apa - apa, ketika akhirnya mereka bertemu, Direktur BUMN ini tersenyum kecut dalam hati dia berkata " Bukankah penjual bakso ini yang sewa kontrak di Rumah Susun, yang harus makan 2 X 1 sehari agar uang hasil penjualan baksonya mencukupi untuk kebutuhan", sambil mengelus dada dia menyayangkan sikap penjual bakso tersebut, informasi terakhir agar bisa menyewa mobil dan perhiasan, mereka menggadaikan semua perabotan yang ada dirumah mereka.

Ironi memang tetapi kenyataan ini memang terjadi disekitar kita, sang Boss BUMN yang bergaji diatas 15 Juta perbulan tersebut lebih memilih ZUHUD daripada menampilkan kemewahan, meskipun dia dan istrinya hanya memakai perhiasan dan kendaraan yang biasa tetapi sikap apa adanya yang mereka tampilkan justru membuat tetangga salut terhadap mereka, rumah orang tuanya juga tidak ditembok tetapi memakai konsep rumah kayu jati, kesederhanaan hidupnya menunjukkan betapa dia sangat menikmati hidup, kesuksesan tidak diukur dari mobil yang dimiliki, tetapi diukur dari SEBERAPA BERMANFAATNYA KITA UNTUK LINGKUNGAN KITA.

Untung Boss BUMN ini tidak membuka kartu sehingga rahasia penjual bakso tersebut tertutup rapat, tetapi beberapa bulan kemudian ketika salah seorang tetangga tanpa sengaja berwisata ke Jakarta dan bertemu dengan penjual bakso tersebut, mereka menjadi tahu keadaan sebenarnya dari penjual bakso tersebut. Memaksakan diri terlihat sukses hanya akan memperberat langkah kita, hanya akan membuat kita berusaha mengungguli orang lain, memaksakan diri untuk sukses justru membuka Jebakan dalam hidup kita, ketika kita salah melangkah dalam upaya memaksakan diri terlihat sukses maka justru kita akan terbenam dalam lumpur.

cerita diatas hanya sebuah gambaran sederhana tentang kondisi yang terjadi di masyarakat menjelang lebaran, semoga kelak mereka menyadari bahwa tanpa memamerkan harta kekayaan kita akan tetap dihormati orang lain asal kita juga menghormati mereka, jika tidak waspada dan berhati - hati maka sang waktu akan menyiapkan pedangnya untuk memenggal manusia - manusia yang tidak sabar tersebut. jadilah diri kita apa adanya, jangan memaksakan diri, jika paksaan diri tersebut terasa memberatkan maka kita bisa kehilangan arah dan menghalalkan segala cara dalam mengumpulkan uang serta rejeki.


Senin, 07 September 2009

GANGGUAN JIWA KARENA EGOISME ORANG LAIN

Egoisme orang lain mampu memicu gangguan jiwa? kok bisa? seorang suami tega menelantarkan istri dan dua orang anak kandungnya, sang suami ini memiliki kebiasaan meminum minuman keras, berjudi dan berkelahi. Suatu hari dalam kondisi mabuk berat sang suami memukul istrinya, melemparkan kedua anak kandungnya dan memecahkan beberapa perkakas rumah tangga yang ada didekatnya. Istrinya kaget bukan kepalang dengan kondisi tersebut langsung mengambil tas dan menyiapkan beberapa lembar pakaian dan beberapa buah barang yang memang bisa dibawa.

Ketika sang suami tertidur lelap karena mabuk, sang istri kabur dari rumah karena sudah tidak tahan dengan perilaku sang suami, keesokan paginya ketika sang suami terbangun, dia kaget melihat anak dan istrinya tidak ada, dia mencoba berteriak memanggil kedua anaknya tetapi terlambat mereka sudah tidak berada dirumah mereka lagi.

Sang istri yang hanya mengandalkan uang seadanya akhirnya harus terdampar disebuah peternakan sapi, dia menginap di rumah salah seorang pengelola peternakan, bayangan buruk perilaku suaminya membuat wanita tersebut depresi berat, sering berbicara sendiri, sering keluyuran tanpa arah yang jelas bahkan terkadang berteriak - teriak sendiri. Kedua anaknya diadopsi oleh seorang pengusaha pemilik peternakan dan dibawa ke kota besar.

Pengelola peternakan kemudian membawa wanita tersebut ke RSJ untuk mendapatkan perawatan, pertama kali dirawat, wanita ini sering berteriak - teriak bahkan pada malam hari wanita tersebut mengalami halusinasi karena merasa dikejar - kejar oleh suaminya. Setelah mendapatkan beberapa kali terapi, akhirnya wanita tersebut mengalami perbaikan kondisi. Ternyata kita bisa menjadi penyebab bagi orang lain, jika memang kita menjadi penyebab buruk orang lain maka bertobatlah dan berubahlah menjadi penyebab baik orang lain.

Ingin mendapatkan penghasilan dari Promosi CD keperawatan? tanpa modal, cukup memaksimalkan ilmu marketing dan promosi via facebook, friendster maupun twitter. Saatnya Internet sebagai ajang mendapatkan pemasukan tambahan caranya disini


Minggu, 30 Agustus 2009

Gangguan Mental akibat Online di Internet

Online di Internet ternyata mampu menyebabkan gangguan mental, ada beberapa kondisi atau keadaan gangguan mental yang bisa menimpa para pelaku online, berat ringannya gangguan bisa tergantung dengan konsep diri pengguna maupun beberapa faktor lain. Konsep diri seseorang terukur dari bagaimana dia mengenal dirinya sendiri melebihi orang lain, menerima kelebihan dan kekurangan kedalam satu paket. Beberapa gangguan mental tersebut adalah :

1. Gangguan kepribadian berupa emosi yang sebentar-sebentar meledak di saat online – mengamuk karena mudah tersinggung Online Intermittent Explosive Disorder/OIED)

Seperti para pembunuh berantai, orang yang mengidap gangguan ini tampak normal pada awalnya. Beberapa hari atau jam sebelumnya mereka bisa saja melakukan pembicaraan-pembicaraan lucu atau komentar-komentar hangat. Beberapa saat kemudian berubah marah-marah dan mengumpat disebabkan sesuatu yang menyinggung perasaannya.

Di dalam kehidupan nyata disebut Intermittent Explosive Disorder (IED – tanpa online) adalah suatu gangguan pengendalian diri yang dapat membuat seseorang sanggup melakukan tindakan sadis seperti membantai seluruh anggota keluarga, misalnya, hanya dikarenakan makanan kesukaan mereka dihabiskan oleh salah seorang anggota keluarga yang lain. Mereka cenderung akan mengamuk secara tidak terkendali disebabkan situasi yang tidak dikehendaknya.


Kenapa hal itu bisa terjadi di Internet?

1. Kebanyakan dari kita hanya bisa menahan hasrat untuk melakukannya di dunia nyata, yang apabila dilakukan mungkin bisa membuahkan sebuah tinju ke wajah kita.

2. Di Internet kebanyakan pengguna menyembunyikan identitas aslinya, sehingga mereka dengan bebas mengeluarkan isi hati dan kemarahannya tanpa khawatir reputasinya menjadi jelek.

3. Karena pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan sering terlihat datar dan tidak menggambarkan emosi dengan jelas, seperti halnya nada suara, mimik wajah dan bahasa tubuh lainnya di saat tatap muka langsung, sehingga orang cenderung menggunakan kata-kata yang tajam, kasar dan keras untuk mewakili sebuah perasaan tertentu.

Bagian yang paling aneh dari kekacauan kepribadian ini adalah mereka melakukannya – yakni memberikan komentar bernada marah, mengumpat dan mencaci – dengan sambil duduk santai, minum kopi atau sedang bercanda ria dengan teman di sampingnya.



2. Toleransi rendah terhadap kekalahan dalam forum (Low Forum Frustration Tolerance/LFFT)

Bagi orang yang suka menulis dan melakukan posting, sering kali merasa bahwa postingnya sangat sempurna. Seperti umumnya posting di internet yang selalu mendapatkan tanggapan dan komentar, maka penulisnya hampir setiap waktu mengecek masuknya komentar yang baru diberikan pembacanya. Jika ia mendapat komentar-komentar miring penuh kritik, maka dengan cepat ia akan meluncurkan jawaban yang akan mematahkan tanggapan itu.

Jika tidak ada yang memberikan komentar, dia akan mengirimkan komentarnya sendiri – mungkin dengan nama lain – untuk meramaikan tulisannya.

Di alam nyata gangguan ini disebut Low Frustration Tolerance (LFT) yang digambarkan sebagai seseorang yang mencari-cari kepuasan segera atau penghindaran dari rasa sakit dengan segera. Pada awalnya mirip dengan perilaku anak tujuh tahunan yang menginginkan sebuah mainan, dan akan berteriak dengan menghentak-hentakan tangan dan kakinya agar segera mendapatkan apa diinginkannya.

Seseorang dengan LFT sangat tergila-gila dengan pekerjaan yang sedang dilakukannya sehingga hal-hal lain dalam hidupnya seakan-akan berhenti. Hal itu sebenarnya adalah wujud dari obsesi yang berlebihan dan tidak logis, sehingga mereka melupakan hal-hal lain.

Kenapakah hal itu bisa terjadi di Internet?

Kegiatan itu membuat kita menjadi tidak sabaran, karena ingin segera melihat respon dengan dari pihak lain. Ketidaksabaran ini meminimalkan toleransi terhadap serangan yang menimbulkan ketersinggungan.



3. Munchausen di Internet - tukang cerita untuk membangkitkan rasa kasihan (Munchausen Syndrom)

Diidap oleh orang-orang yang bersembunyi di balik perasaan tidak berdosa (inosen), ketika pada suatu hari ia mengalami musibah; binatang kesayangannya, atau orangtua, atau mungkin sahabat karibnya meninggal. Atau barangkali gambaran tentang dia sendiri yang mempunyai suatu penyakit. Dia menuliskan cerita-cerita kesedihan dengan mengharapkan simpati dari pembacanya. Anda akan mengirimi orang ini doa-doa dan berbagai harapan, hadiah-hadiah dan anda berharap dia berhasil melewati masa sulit dengan tabah.

Lalu, beberapa bulan-bulan kemudian, tragedi lain membentur mereka. Sahabat baik mereka ditimpa bencana, atau menjadi lumpuh karena sebuah kecelakaan, dan lain-lain. Beberapa bulan setelah itu, ayah mereka mati. Terus berulang, berbagai cerita duka mengisi hidupnya. Seakan-akan hidupnya dipenuhi kutukan atau perasaan tidak berguna.

Di dalam kehidupan nyata gangguan ini disebut Munchausen Syndrome (MS), suatu istilah yang diambil dari nama seorang tentara Jerman, Baron Munchausen (Karl Friedrich Hieronymus Freiherr von Munchausen, 1720-1797) yang mengaku mempunyai banyak pengalaman fantastik dan petualangan-petualangan yang mustahil, oleh Rudolf Raspe kemudian dituliskan dalam sebuah buku berjudul The Surprising Adventures Baron Munchausen.

MS adalah suatu kondisi di mana seseorang dengan sengaja membuat kebohongan, menirukan, menambah buruk suatu keadaan, atau mempengaruhi diri sendiri agar sakit dengan tujuan diperlakukan seperti orang sakit. Dalam 1951, Richard Asher memakai istilah itu untuk orang-orang yang berkeliling dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lain, dengan membuat berbagai cerita berbeda mengenai penyakit-penyakit yang dideritanya.

Penderita kekacauan ini membutuhkan perhatian berupa rasa simpatik dan kasihan dari orang lain dengan menimbulkan kesan kesusahan dan kesulitan pada diri mereka. Apabila sudah kecanduan, mereka sulit untuk menghapuskan kebutuhannya akan rasa belas kasihan orang, dan akan merasakan hidup mereka benar-benar kacau bila tidak melakukan sebuah sandiwara lagi.

Kenapa hal itu bisa terjadi di internet?

Sangat mudah melakukan kebohongan dalam kehidupan nyata, dan sepuluh kali lebih mudah melakukannya di internet, karena tidak ada seorang pun bisa memeriksa kebenaran fakta-faktanya.

Suatu kasus yang terkenal adalah sebuah hoax di internet tentang seorang gadis bernama Kaycee Nicole, 19 tahun, yang menderita Leukemia. Tokoh rekaan yang diciptakan oleh Debbie Swenson, 40 tahun, ini menceritakan mengenai penyakit yang diidapnya selama dua tahun di suatu jurnal online dan perjuangannya menghadapi kematiannya. Kaycee lalu “meninggal”, dan ketika tidak ada berita mengenai pemakamannya di dunia nyata, maka sadarlah orang-orang bahwa cerita itu hanyalah bohong belaka.

Dan di lain waktu, Swenson mungkin masih bisa melakukan kebohongnnya berulang kali untuk memenuhi kecanduannya. Bisa saja dia membuat selusin cerita bohong dengan karakter berbeda di internet dengan sumber-sumber yang dipalsukan juga.



4. Gangguan kepribadian yang tergoda untuk memaksa orang lain pada saat online (Online Obsessive-Compulsive Personality Disorder/OOCPD)

Gangguan kepribadian jenis ini bisa dijelaskan dengan contoh kegilaan akan tata bahasa. Ketika orang menemukan suatu kesalahan tata bahasa atau penulisan kata yang keliru dari orang lain dalam sebuah posting atau komentar, maka dia langsung menyerang dan dengan keras memproternya.

Dalam kehidupan nyata disebut Obsessive-Compulsive Personality Disorder atau OCPD, tapi jangan dikacaukan dengan Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Orang-orang dengan OCPD tidak melakukan ketaatan pada ritual-ritual aneh yang dilakukan pengidap OCD, seperti mengetuk pintu harus tiga kali atau memakan bagian ekor dari ayam goreng pada sesi terakhir setelah seluruh dagingnya habis dimakan, dan lain sebagainya.

Tipe OCPD secara sederhana mempunyai sebuah standar tegas luar biasa yang dengannya tugas-tugas tertentu harus diselesaikan dengan sempurna. Biasanya mereka bersikap tidak mau menerima dengan keras cara-cara lain yang bertentangan dengan standar mereka.

Kenapa hal demikian bisa terjadi di internet?

Dalam kenyataannya penderita OCPD merasakan ketakutan yang tidak logis terhadap dunia yang lebih berantakan, lebih kotor dan lebih kacau dibanding seharusnya yang dia pikirkan; sehingga secara cepat keadaan menjadi lebih buruk, dan akan mengalami kehancuran sampai ada seseorang yang memperbaikinya.

Di Internet, setelah membaca setiap komentar-komentar, orang normal akan menderita nasib yang sama. Tata bahasa yang keliru, pilihan kata yang tidak tepat, atau bahasa gaul yang membingungkan, mendesak anda untuk mengoreksinya. Tidak sulit merasakan keinginan untuk melatih diri menggunakan bahasa yang benar.



5. Low Cyber Self-Esteem (LCSE) atau penghargaan terhadap diri sendiri yang rendah (Seperti seseorang yang dibenci setiap orang, tapi tidak ada yang meninggalkannya)

Ada sebuah tempat bagi setiap orang di Internet untuk merasa seperti di rumah sendiri. Ketika anda dapat mengisi sebuah kotak pesan dengan para penggemar sebuah situs tertentu, tidak ada sesuatu yang merasa diasingkan.

Setiap forum, chating, atau komunitas online lainnya tampaknya bisa memaksa orang – yang tidak merasa betah sekalipun – untuk tetap tinggal. Mereka dipakasa agar tetap online. Orang-orang ini tetap bebas untuk meninggalkan situs setiap saat, tetapi anehnya mereka tidak melakukannya.

Di dalam kehidupan nyata ini disebut merendahkan diri sendiri atau perilaku pencarian perhatian.

Seseorang dengan kebutuhan akan merendahkan diri atau perasaan harus terus-menerus dihukum untuk kesalahan-kesalahannya. Seperti sebuah cara dari alam bawah sadar untuk merasa bahwa dunia sedang membalas dosa-dosa mereka, atau mereka hanya begitu tidak menghargai diri sendiri sehingga mereka tidak bisa mengumpulkan energi untuk membela diri.

Jika sampai kepada tingkat ekstrem, hal itu dapat berubah menjadi Online Erotic Humiliation atau pelecehan seksual secara online, di mana pelecehan menjadi sebuah tindakan nyata. Sehingga ketika anda mengatakan kepada seseorang agar melakukan sebuah tindakan seksual, mungkin dia akan menganggap hal itu penting dan dia dengan sungguh-sungguh akan melakukannya.

Tetapi yang lebih umum adalah Online Attention Seeking Behavior atau kebiasaan mencari perhatian secara online, yang siapa pun pernah melakukannya; ibarat menghabiskan waktu jalan-jalan sore dengan seorang anak, dan si anak akan terbiasa dan terus menuntut perhatian seperti itu. Dan yang anehnya, seperti anak-anak yang menganggap bahwa kemarahan orang lain adalah juga cara memperoleh perhatian, maka ada yang beranggapan bahwa memperoleh pelecehan seksual lebih baik daripada diabaikan.

Kenapa hal itu bisa terjadi di Internet?

Jika anda berkata kepada seseorang, “Budi, pergi sana, kamu hanya bikin kacau”. Bisa saja Budi akan marah atau sebaliknya, merasa bahagia karena anda sudah menyebut namanya dan mengakui keberadaannya. Meskipun maksud anda mungkin menghinanya.

Tetapi jika anda mengetik namanya di dinding facebook anda misalnya, maka dia bisa berpikir lain. Ini bukan hanya sebuah perhatian biasa, tetapi sebuah perhatian global yang bisa dibaca ratusan bahkan ribuan orang. Anda ketik “Budi pengacau” dan dia berpikir bahwa hal ini mempopulerkannya.

Pencari perhatian mendapatkan apa yang diinginkannya, dan penghina diri sendiri mendapatkan cukup ketegangan untuk mengaktualisasikan dirinya yang intropet melalui sinyal-sinyal yang dikirimnya via keyboard.



6. Internet Asperger’s Syndrome

Seorang blogger dan pengusaha Internet, Jason Calacanis menciptakan istilah “Internet Aspeger’s Syndrome” untuk menguraikan perihal hilangnya semua aturan sosial dan empati pada diri seseorang, disebabkan tanpa alasan selain hanya secara kebetulan berhadapan dengan sebuah benda mati; berkomunikasi via papan tombol dan monitor pada suatu waktu.

Beberapa kasus bunuh diri yang direkam dengan webcam – yang sebagian mungkin main-main – dan dipublikasikan di Internet. Untuk sekarang ini mungkin kita tidak yakin bahwa hal itu benar-benar terjadi, tetapi sebenarnya hanya masalah waktu. Begitu juga dengan gambar-gambar penyiksaan, penganiayaan dan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa orang anak didik terhadap temannya di sebuah akademi itu.

Di dalam kehidupan nyata ini disebut Asperger’s Syndrome.

Hal ini jarang didiagose tetapi sering kali diklaim bahwa sindrom ini adalah bentuk halus dari autisme yang tampak berupa ketidakmampuan biologi untuk menunjukkan empati kepada manusia lain, mungkin disebabkan ketidakmampuan untuk mengenali isyarat nonverbal. Mereka secara terus-menerus bertingkah aneh dan mengganggu disebabkan mereka tidak mengetahui bahwa anda terganggu. Ada bagian dari otak mereka yang rusak.

Kenapa hal itu bisa terjadi di Internet?

Calacanis menilai bahwa orang yang melakukan semua komunikasi online mereka menampilkan perilaku Asperger karena mereka ingin memberikan kesan ada kerugian yang sama pada diri sendiri. Di dalam hal ini, ketika kemampuan melihat respon dan mimik wajah atau ekspresi nonverbal sudah hilang, begitu juga dengan empati. Maka hal yang anda beritahukan hanya kepada orang yang tidak ada, karena itu hanyalah sekelompok kata-kata pada layar. Sekelompok kata-kata kecil yang tidak berarti.

Ingin mendapatkan penghasilan dari Promosi CD keperawatan? tanpa modal, cukup memaksimalkan ilmu marketing dan promosi via facebook, friendster maupun twitter. Saatnya Internet sebagai ajang mendapatkan pemasukan tambahan caranya disini

http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=15203&post=1 http://www.cracked.com/article_17522_6-new-personality-disorders-caused-by-internet.html

Kamis, 27 Agustus 2009

MEMASYARAKATKAN TERAPI SPIRITUAL

Pengertian terapi spiritual adalah sebuah terapi dengan pendekatan terhadap kepercayaan yang dianut oleh klien, pendekatan ini dilakukan oleh seorang pemuka agama dengan cara memberikan pencerahan, kegiatan ini dilakukan minimal 1 kali seminggu untuk semua klien dan setiap hari untuk pasien. Terapi spiritual berbeda dengan berdoa, doa tersebut ditiupkan disebuah gelas berisi air minum kemudian meminta klien meminum air tersebut, meskipun sama - sama menggunakan sebuah perilaku dalam sebuah agama atau kepercayaan tetapi akan sangat berbeda dengan terapi spiritual.

Terapi spiritual lebih cenderung untuk menyentuh satu sisi spiritualitas manusia, mengaktifkan titik godspot dan mengembalikan klien ke sebuah kesadaran darimana dia berasal, alasan mengapa manusia diciptakan, tugas - tugas yang harus dilakukan manusia didunia, beberapa hal yang pantas dilakukan didunia, hal - hal yang tak pantas dilakukan didunia, mengembalikan manusia ke kesucian, mengembalikan sebuah kertas yang berisikan tulisan tinta kembali menjadi selembar kertas putih.

Terapi spiritual dalam bentuk massal dilakukan disebuah ruangan tertentu, pembicara yang sudah menguasai komunikasi terapeutik memberikan pencerahan tentang hakekat mengapa manusia diciptakan, mengenalkan tujuan manusia diciptakan dll, pencerahan - pencerahan ini bertujuan mengurangi manusia terhadap keinginan dan memprioritaskan kebutuhan, meskipun kebutuhan bagi setiap orang itu berbeda tetapi minimal dengan mengetahui kebutuhan dasar manusia maka terapi ini akan membantu manusia kembali ke kesadaran awal.

Terapi spiritual juga bisa dilakukan dalam bentuk bimbingan individu, terapi dilakukan oleh satu perawat dengan satu pasien, perawat membacakan sesuatu yang harus ditirukan oleh klien kemudian perawat meminta klien membaca bacaan tertentu sebanyak beberapa kali, selain itu membimbing klien dalam proses ibadah, meski mengalami gangguan jiwa beberapa klien masih memiliki satu kesadaran terkait dengan spiritualitas.

Memasyarakatkan terapi spiritual bertujuan menreduksi lamanya waktu perawatan klien gangguan jiwa, memperkuat mentalitas dan memperkuat konsep diri klien, seorang penderita gangguan jiwa berasal dari persepsi yang salah terkait dengan dirinya, orang lain dan lingkungan, dengan terapi spiritual maka klien akan dikembalikan persepsinya terkait dengan dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan.

Ingin mendapatkan penghasilan dari Promosi CD keperawatan? tanpa modal, cukup memaksimalkan ilmu marketing dan promosi via facebook, friendster maupun twitter. Saatnya Internet sebagai ajang mendapatkan pemasukan tambahan caranya disini

Selasa, 18 Agustus 2009

MEMBACA KARAKTER ORANG

Postingan kali ini akan membahas tentang cara membaca karakter seseorang, menebak apa yang sedang dia pikirkan, menebak apa yang sedang membuatnya bermasalah, menebak masa lalunya, menebak apakah dia tulus atau tidak ketika sedang melakukan sesuatu, ilmu ini bukan ilmu paranormal yang menggunakan indra keenam, ilmu ini adalah ilmu tentang perilaku manusia, sebuah respon non verbal yang mengkomunikasikan sebuah pesan khusus dan tugas kita adalah membaca pesan tersebut sehingga menjadi sebuah informasi yang menarik tentang pribadi seseorang.

Pertama : anda harus mengumpulkan beberapa data dan fakta terkait dengan orang yang bersangkutan, mengapa harus mengumpulkan fakta dan data? karena ilmu membaca perilaku bukan sebuah ilmu siluman tetapi ilmu logis, kita bisa menarik kesimpulan dari sebuah kejadian saat ini berdasarkan kumpulan kejadian di masa lalu, karena ilmu ini adalah ilmu analisa perilaku maka bekal dasar yang harus diperkuat adalah psikologi perkembangan, ilmu perilaku manusia dll.

Kedua : Tentukan orang yang akan anda tebak karakternya, lihat urutan dalam kelahirannya. Seorang anak bungsu memiliki sifat dan karakteristik manja, egois, mudah ngambek dengan stimulus rendah, cenderung tergantung dengan orang lain, anak sulung cenderung mandiri karena ketika dia memiliki adik secara psikologis dia sudah mengalami sibling rivalry atau persaingan dengan saudara kandung, bahkan mereka sudah sangat mapan menerima kasih sayang yang tidak berlebih seperti ketika mereka belum memiliki adik. Anak tengah memiliki karakteristik lebih stabil, mereka siap dikalahkan oleh kakaknya dan mengalah untuk adiknya.

Ketiga : amati ekpresi wajah dan beberapa perubahan non verbal yang muncul dalam interaksi, seseorang yang menyembunyikan masalah cenderung lambat menerima atau menangkap sebuah pesan, bahkan ketika mereka mengatakan bahwa mereka "tidak apa - apa" sebenarnya mereka menyembunyikan masalah yang mereka miliki, mulut mereka bisa berbohong tetapi respon non verbal mereka menunjukkan sebuah informasi yang berbeda antara apa yang ada di hati dan pikiran mereka dengan apa yang mereka ucapkan, amati kecepatan perubahan ekspresi wajah mereka, amati kecemasan atau perubahan non verbal mereka ketika berbicara, jika mereka berbohong maka mereka menghindari kontak mata.

Keempat : Baca bahasa tubuh atau body language, bahasa - bahasa verbal negatif yang mungkin muncul, tatapan mata, bahkan beberapa kode dengan jari yang menunjukkan ketidaktertarikan maupun ketidakberminatan. Ketika seseorang tidak tertarik untuk berkomunikasi maka mereka akan melakukan sebuah respon non verbal dari mengalihkan pandangan, menundukkan kepala, menatap ke tempat lain, menguap, respon non verbal gelisah dll.

Kelima : masa lalu seseorang dapat terbaca dari apa yang dia lakukan atau dia tunjukkan saat ini, seorang anak yang dibesarkan dengan kasih sayang yang penuh, jauh dari kekerasan maka mereka akan cenderung menghindari kekerasan, seorang anak yang dibesarkan dengan cara otoriter maupun cara dominasi orang tua menjadi orang yang takut melakukan segala sesuatu, takut memulai sesuatu, takut melakukan kesalahan, seorang anak yang dibesarkan dengan cara permisif cenderung bertingkah laku arogan dan sewenang - wenang karena mereka tidak pernah mendapatkan teguran terhadap apa yang mereka lakukan, jika mereka menjadi pemimpin maka mereka akan memimpin dengan tangan besi, memimpin dengan sekehendak hati dan tidak memperdulikan perasaan orang lain.

Keenam : Perilaku manusia mampu terbaca dari keluhan - keluhan yang dia sampaikan lewat ucapan secara tidak sengaja maupun tidak sadar, seseorang mengeluh sesuatu karena hal tersebut yang mengganggu pikirannya, dengan mendengarkan keluhan seseorang maka kita akan mampu membaca apa yang sedang terjadi dengan seseorang, apa yang akan dia lakukan dll, dengan membaca karakter orang maka kita bisa menurunkan angka kejadian bunuh diri bahkan deteksi dini gangguan jiwa. Semoga akan ada pakar perilaku manusia yang mengeluarkan teori cara membaca karakter seseorang.

Ingin mendapatkan penghasilan dari Promosi CD keperawatan? tanpa modal, cukup memaksimalkan ilmu marketing dan promosi via facebook, friendster maupun twitter. Saatnya Internet sebagai ajang mendapatkan pemasukan tambahan caranya disini