Pages

Thursday, September 5, 2013

JIKA SAJA...

Pernah terlintas dalam benak siapapun dan berkata jika saja..., jika saja dulu aku tidak mengambil jurusan ini mungkin sekarang aku..., jika saja aku dulu tidak menikah dengan dia mungkin aku..., jika saja dulu aku tidak membeli rumah ini mungkin sekarang aku..., jika saja aku dulu tidak mencintainya mungkin sekarang aku..., jika saja semua hal sesuai dengan imajinasi kita, jika saja semua hal mengikuti alur berpikir kita seperti apa wajah dunia, seperti apa bentuk peradaban. Terlalu berandai – andai dan mengingat hal manis dimasa lalu hanya akan menjadi rantai yang mengikat kaki kita sehingga membuat langkah – langkah yang kita buat tidak bisa bebas dan leluasa.

Mengingat masa lalu ibarat menatap spion motor atau mobil, hanya sesekali dan tidak lama, hanya untuk mengantisipasi apakah langkah kita ke depan tidak mengulang kesalahan di masa lalu. Kebanyakan berandai – andai membuat orang mengurung diri dengan realita yang dihadapi saat ini dan malas untuk move on, malas untuk beranjak dari keterpurukan bahkan kegagalan.

Coba kata jika saja diganti dengan plan for the future, jika saja nanti aku menjadi ... maka aku akan ..., lebih inspiratif, lebih motivatif, lebih memberi energi untuk segera move on, segera berubah, segera bermetamorfosa, segera mempercepat langkah untuk mensegerakan kebaikan dan mulai meninggalkan bad  habbit. Merintis good habbit bukan persoalan mudah, meskipun tidak mudah tetapi good habbit is good future. Kebiasaan baik akan membawa masa depan yang lebih baik.

Kepakaran, keahlian bermula dan berawal dari kebiasaan yang terus menerus, kebiasaan yang diulang berkali – kali, kebiasaan yang ditempa oleh kesulitan, tantangan, rintangan dan hambatan yang berulang kali, terlahirnya ksatria tangguh setelah melewati tempaan yang maha dahsyat, cukup hebat disatu sisi dan menggalang kekuatan dengan individu – individu lain tanpa merasa superior maupun merasa inferior. Sadar potensi dan juga sadar kekurangan, sadar akan keajaiban yang akan mendatangi siapa yang “melakukan segala sesuatu dengan bersungguh – sungguh”.


Biarkan waktu yang menjawab semua atas semua kesungguhan, atas semua perubahan menuju perbaikan, atas semua niat baik dan atas semua keringat yang tertetes untuk menjadi pribadi yang memberi dampak positif bagi sekitarnya lewat kata, tindakan dan lewat doa.

Yang ingin tahu cara mencari ebook bermutu, legal dan gratis, berikut saya cuplikan caranya...

Tuesday, June 25, 2013

SELF MANAGEMENT atau MANAJEMEN DIRI

     Mengapa perlu mempelajari manajemen diri? bukankah pengelolaan atau istilah manajemen hanya digunakan untuk perusahaan? bukankah manajemen berhubungan dengan bisnis? ternyata salah satu kompetensi life skill adalah self control ( Rhenald Kasali, 2012). Apa hubungan self control dengan self manajemen? sepertinya tidak nyambung sama sekali? Sekilas, dua kata tersebut seolah tidak berhubungan tetapi sebenarnya pengendalian diri adalah bagian dari manajemen diri.

     Lalu, mengapa manusia harus mengelola dirinya sendiri? karena mengelola diri, mengelola rasa frustasi, mengelola keinginan yang terkadang tidak sesuai realita, mengatur emosi, mengukur kemampuan diri, berpikir logis, melihat dari perspektif yang berbeda adalah sebuah keharusan. Tanpa mengelola diri manusia tidak akan mampu menjadi aset bagi sebuah bangsa maupun masyarakat. Human capital harus dibangun dengan menyadarkan manusia terhadap fenomena perubahan, terhadap adversity quotient.

     Manusia yang mampu mengelola dirinya sendiri mampu meningkatkan copingnya berlipat - lipat untuk menahan gempuran stressor, untuk menahan keinginan turnover, untuk melawan burnout yang terkadang muncul ketika seseorang berada dalam sebuah keadaan konstan dan monoton. Bahasa diagnosa keperawatannya adalah Boredom, merasa aneh dengan diagnosa boredom atau kebosanan? kira - kira perencanaan apa yang tepat pada perawat, pekerja atau siapapun yang terdiagnosa boredom?

     Diagnosa boredom muncul ketika seseorang gagal memanajemen diri, dia gagal menemukan the happiness of life, gagal menemukan the meaning of life sehingga langkah dan arah kehidupannya seperti diombang - ambingkan oleh badai kehidupan, lebih capek karena melawan badai bukan memanfaatkan  tenaga besar badai untuk menggerakkannya lebih maju, bukan justru mensiasati agar badai itu membawanya lebih cepat ke tujuan. 

     Jika anda ingin tahu bagaimana cara mensiasatinya, simak motivasi versi Merry Riana tentang cara menghadapi kehidupan dalam bentuk cerita berikut ini: