Pages

Selasa, 09 Januari 2018

MANUSIA ADALAH MAKHLUK TER.....

Manusia itu apa sih? Manusia adalah mahluk bio, psiko, sosio dan spiritual. Ini yang membedakan antara manusia dengan hewan, manusia dengan alam, manusia dengan tumbuhan. Meskipun beberapa penelitian menyebutkan bahwa sebenarnya binatang atau hewan sekalipun memiliki satu sisi yang disebut emosi atau biasa disebut dengan animal insting atau insting binatang, manusia pun sebenarnya di area cortex memiliki salah satu bagian otak yang disebut dengan reptilian brain atau otak reptil, mengapa disebut dengan otak reptil tentu ahli biologi yang lebih paham untuk menjelaskan. Intinya hewan dan manusia memiliki kemiripan sehingga sangat wajar ketika sebuah penelitian menggunakan hewan coba sebelum ke manusia.

                Manusia memiliki psikologis yang membuat mereka berespon terhadap kejadian – kejadian yang membuat hati dan perasaan mereka menjadi tidak nyaman, mereka berespon terhadap nyeri – nyeri psikologis yang terjadi sebagai akibat interaksi mereka dengan orang lain, sangat mustahil sebuah interaksi tidak menghasilkan berbagai masalah, masalah – masalah ini bisa saja sangat melukai hati dan perasaan mereka. Jika masalah – masalah ini berlangsung lama atau bahkan merusak ego mekanisme defence mereka maka yang terjadi mereka akan rentan terhadap masalah – masalah psikologis, menguatkan ego mechanisme defence tidak seperti permainan clash of clan dengan cara upgrade wall, upgrade tower yang akan menyerang lawan dan musuh yang menyerang, ego mechanisme defence hanya bisa diupgrade dengan merubah sikap dan karakter seseorang.

                Apa hubungan antara karakter dengan kemampuan bertahan terhadap masalah, semakin baik karakter maka kemampuan mereka bertahan terhadap masalah akan membuat mereka semakin tangguh, semakin kuat dan semakin baik dalam beradaptasi, hal ini sangat sesuai dengan teori evolusi yang mengatakan bahwa yang paling survive adalah yang paling mampu beradaptasi, kemampuan beradaptasi ini tentu saja dibekali dengan konsep dan jam terbang yang cukup, atau istilah tepatnya pengalaman hidup yang baik. Seseorang dengan pengetahuan kognitif tinggi bisa saja menjadi orang gagal bahkan mengalami gangguan jiwa ketika mental mereka tidak tangguh.


                Jiwa yang tangguh, jiwa yang kuat, jiwa yang bisa menerima masalah dan persoalan hidup sebagai sebuah pelajaran yang justru mengasah mereka menjadi lebih kuat, lebih berani dan lebih siap menghadapi apapun yang akan terjadi ke depannya.