Pages

Friday, March 27, 2009

Keluarga pemicu gangguan jiwa

Namanya tuan W usianya 56 tahun seorang pensiunan PNS di departemen pendidikan dan Kebudayaan, dalam usia setua itu tuan w harus mengalami yang namanya tekanan batin. Sang istri yang seharusnya menjadi support system justru membuat tekanan batin, selain seorang shopaholic yang gila belanja, sang istri juga memiliki rasa gengsi yang tinggi.

Akibat dari gaya hidup yang seperti itu, sang istri selalu menuntut Tuan W agar memberikan uang dalam jumlah besar seperti ketika dia masih menjabat sebagai seorang PNS dilingkungan pendidikan tersebut.

Tuan W mulai mengalami depresi, merasa rendah diri dan merasa bahwa dirinya tidak berharga, setiap bertemu dengan istrinya dia justru merasa cemas dan merasa tertekan. Sang istri tidak hanya menuntut tetapi juga sering memarahi, sebagai pensiunan aktivitasnya bisa dikatakan jauh dari aktivitas menghasilkan uang.

Dalam beberapa bulan berikutnya, Tuan W mulai mengalami gejala gangguan jiwa, sering tersenyum sendirian, sering marah - marah tanpa stimulus yang jelas, sering memecahkan barang - barang yang ada dirumah bahkan pernah berusaha mencederai istrinya.

Oleh istrinya dia dibawa ke RSJ untuk mendapatkan perawatan, dalam awal bulan Tuan W hanya duduk termenung menatap jendela, terkadang dia masih sering tertawa sendirian dan menatap kosong ke arah jendela..ketika dilakukan pengkajian ditemukan tanda - tanda HDR plus perilaku kekerasan, beberapa program terapi sudah diberikan tetapi Tuan W terlanjur nyaman dengan halusinasinya.

No comments :

Post a Comment

Jika anda merasa tersesat di blog ini, mohon beri komentar sebagai perbaikan kualitas postingan.