Pages

Rabu, 13 Desember 2017

SUPERVISI DALAM KEPERAWATAN

Supervisi adalah suatu aktivitas pengawasan yang biasa dilakukan untuk memastikan bahwa suatu proses pekerjaan dilakukan sesuai dengan yang seharusnnya. Dalam aktivitas supervisi ini pihak yang melakukan supervisi disebut supervisor. Seorang supervisor dituntut untuk dapat menguasai paling tidak dua hal penting agar proses supervisi menjadi bernilai tambah, yaitu kemampuan teknis sesuai proses pekerjaan yang ditangani dan kemampuan managemen (Simamora,2012).

Supervisi merupakan bagian yang penting dalam menejemen seta keseluruhan tanggung jawab pemimpin. Pemahaman ini juga ada dalam manajemen keperawatan. Sehingga untuk mengelola asuhan keperawatan dibutuhkan kemampuan supervisi dari seorang manajer keperawatan. Swansburg 1999 dalam Suyanto, 2009 mengatakan bahwa, supervisi adalah suatu proses kemudahan untuk penyelesaiam tugas-tugas keperawatan. Dimana supervisor merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar seta mengevaluasi secara terus menerus pada setiap perawat.

Supervisi atau pengawasan adalah proses pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan untuk memastikan apakah kegiatan tersebut berjalan sesuai tujuan organisasi dan standar yang telah ditetapkan (Keliat Anna,2006). 

Supervisi dilaksanakan oleh orang yang memiliki kemampuan yang cakap dalam bidang yang disupervisi. Dalam struktur organisasi,supervisi biasanya dilakukan oleh atasan terhadap bawahan atau konsultan terhadap pelaksana. Dengan supervisi, kegiatan yang dilakukan diharapkan sesuai dengan tujuan organisasi, tidak menyimpang,dan menciptakan hasil seperti yang diinginkan (Keliat Anna,2006).

Supervisi dilakukan oleh perawat yang memiliki kompetensi baik dalam manajemen maupun asuhan keperawatan

Materi supervisi atau pengawasan disesuaikan dengan uraian tugas dari masing-masing staf perawat yang disupervisi. Materi supervisi untuk kepala ruangan berkaitan dengan kemampuan managerial dan kemampuan asuhan keperawatan. Ketua tim disupervisi terkait dengan kemampuan pengelolaan di timnya dan kemampuan asuhan keperawatan. Dilain pihak, perawat pelaksana disupervisi terkait dengan kemampuan asuhan keperawatan yang dilaksanakan.

Supervisi berasal dari kata super (bahasa Latin yang berarti diatas) dan videre (bahasa Latin yang berarti melihat). Bila dilihat dari asal kata aslinya, supervisi berarti “melihat dari atas”. Pengertian supervisi secara umum adalah melakukan pengamatan secara langsung dan berkala oleh “atasan”terhadap pekerjaan yang dilakukan “bawahan”untuk kemudian bila ditemukan masalah, segera diberikan bantuan yang bersifat langsung guna mengatasinya. jadi jelas bahwa supervisi itu bukan mencari - cari masalah apalagi sampai menciptakan masalah.

Supervisi tidak diartikan sebagai pemeriksaan atau mencari kesalahan,tapi lebih diartikan sebagai pengawasan partisipatif,yaitu mendahulukan penghargaan terhadap pencapaian atau hal positif yang dilakukan dan memberikan jalan keluar untuk hal yang masih belum dapat dilakukan. Dengan demikian,bawahan tidak merasakan bahwa ia sedang dinilai. Namun,ia juga dibimbing untuk melakukan pekerjaaannya dengan benar (Keliat Anna,2006).

KESIMPULAN

dalam rangka mencapai tujuan organisasi atau biasa disebut dengan VMTS maka supervisi menjadi sebuah keharusan, sehingga dalam perjalanan organisasi ketika terjadi penyimpangan, terjadi perubahan arah bisa segera diperbaiki dengan sangat cepat, supervisi yang baik cenderung seperti orang tua yang sedang mengasuh anaknya, ketika anaknya salah maka dia tidak langsung menyalahkan tetapi menanyakan mengapa bisa begitu, mengapa bisa begini, setelah mendapatkan cukup data baru kemudian memberi solusi kepada anaknya tersebut untuk menjadi lebih baik lagi dikemudian hari, manajemen adalah seni mengelola manusia, bukan sekedar mengelola system seperti robot yang kalau salah bisa diperbaiki kode programmnya dll, manusia membutuhkan sebuah pendekatan khusus sebelum memutuskan untuk melakukan segala sesuatu.