Pages

Tuesday, March 31, 2009

Gangguan itu bernama Waham

Jangan kaitkan kata waham dengan PAHAM! yang sering diucapkan Adi Bing Slamet dalam sebuah iklan, kata Waham mengacu kepada keyakinan yang salah, pada isi pikir yang salah, mengapa dianggap salah, bukankah semua orang juga berhak memiliki sebuah keinginan, memiliki sebuah cita - cita?

Waham bukan masalah cita - cita, hal ini bisa saja dimunculkan oleh ideal diri yang terlalu tinggi, halusinasi kronik yang sudah diyakini sebagai realita atau bahkan keyakinan yang salah terhadap sesuatu dan keyakinan tersebut sampai mengganggu interaksi orang tersebut dengan orang lain.

Mengapa waham bisa mengganggu interaksi? karena waham membuat seseorang menjadi memiliki pemikiran yang tidak wajar.
bentuk - bentuk waham
1. Waham Nihilistik (menganggap bahwa dirinya sudah meninggal)
2. Waham somatik (menganggap dalam tubuhnya bersemayam sebuah penyakit)
3. Waham Kebesaran (merasa diri lebih tinggi dari orang lain)
4. Waham Kejar (Merasa dikejar - kejar seseorang)

Keyakinan yang salah ini sangat berpengaruh dalam cara seseorang berhubungan dengan orang lain, jika berbicara selalu mengacu ke isi pikir yang salah, contohnya orang yang mengalami waham kejar maka dia akan mengalami yang namanya xenophobia, perasaan takut terhadap orang asing, menganggap orang asing sebagai faktor pengancam yang akan mengganggu keamanan.

Waham adalah sebuah keadaan, keadaan ini akan sangat berat untuk diubah jika individu penderitanya tidak merasakan bahwa apa yang selama ini i ucapkan, ia lakukan mengganggu, orang waham kejar masih berpeluang untuk disembuhkan selama dia mampu mengenali bahwa yang ia alami tidak realita, bagaimana dengan waham somatik?

Kesembuhan penderita gangguan jiwa dipengaruhi oleh banyak faktor :
1. Terapi farmakologis
2. Support system
3. Terapi lingkungan
4. Terapi aktivitas kelompok
5. Konsep diri klien
6. Regimen terapeutik
7. Electroconvulsive therapy
8. Partisipasi keluarga

Sebenarnya masih banyak faktor yang lain yang mampu mempengaruhi kesembuhan pasien gangguan jiwa, hanya dengan memberikan dukungan secara psikologis kepada penderita maka intensitas gangguan bisa ditekan. Akankah kita menjadi orang yang berdiam diri melihat realita penderita gangguan jiwa cenderung meningkat? jika kita ingin berpartisipasi untuk menurunkan jumlah penderita mari kita menjadi supporting factor agar jumlah penderita bisa menurun.

Sunday, March 29, 2009

Halusinasi akibat Harga Diri Rendah

Namanya A, usianya baru 27 tahun, dalam usia segitu dia belum pernah mengalami yang namanya berpacaran dengan seorang gadis, selain karena cacat fisik, dia juga memiliki gangguan dalam berbicara, jika berbicara terbata - bata atau gagap, jika mengucapkan kalimat maka lawan bicara harus menunggu beberapa saat agar apa yang ia ucapkan mampu dipahami oleh orang lain.

Selain mengalami gangguan dalam komunikasi, dia juga mengalami gangguan dalam berinteraksi dengan orang lain, rasa minder terhadap perubahan penampilan membuat dia tidak berani dan tidak memiliki keberanian untuk berinteraksi dengan lawan jenis, bahkan teman pria juga tidak begitu banyak karena dia sangat pemalu dalam bergaul.

Suatu hari A merasa bahwa dia berkenalan dengan seorang gadis cantik, mereka berpacaran dan terkadang berbincang - bincang di sebuah tempat, entah di taman, entah di lokasi mana dia selalu merasa bahwa Y ada dalam kehidupan nyata. Perbincangan antara A dan Y ini sebenarnya tidak pernah terjadi, A mengalami halusinasi karena perasaan mindernya terhadap penampilan yang ia miliki.

Dalam setiap interaksi A sering tertawa sendiri dan mengatakan bahwa Y selalu menemaninya, sebenarnya halusinasi itu muncul sebagai sebuah perasaan A untuk menciptakan rasa nyaman terkait dengan kegagalan membentuk konsep diri yang adekuat.

Friday, March 27, 2009

Keluarga pemicu gangguan jiwa

Namanya tuan W usianya 56 tahun seorang pensiunan PNS di departemen pendidikan dan Kebudayaan, dalam usia setua itu tuan w harus mengalami yang namanya tekanan batin. Sang istri yang seharusnya menjadi support system justru membuat tekanan batin, selain seorang shopaholic yang gila belanja, sang istri juga memiliki rasa gengsi yang tinggi.

Akibat dari gaya hidup yang seperti itu, sang istri selalu menuntut Tuan W agar memberikan uang dalam jumlah besar seperti ketika dia masih menjabat sebagai seorang PNS dilingkungan pendidikan tersebut.

Tuan W mulai mengalami depresi, merasa rendah diri dan merasa bahwa dirinya tidak berharga, setiap bertemu dengan istrinya dia justru merasa cemas dan merasa tertekan. Sang istri tidak hanya menuntut tetapi juga sering memarahi, sebagai pensiunan aktivitasnya bisa dikatakan jauh dari aktivitas menghasilkan uang.

Dalam beberapa bulan berikutnya, Tuan W mulai mengalami gejala gangguan jiwa, sering tersenyum sendirian, sering marah - marah tanpa stimulus yang jelas, sering memecahkan barang - barang yang ada dirumah bahkan pernah berusaha mencederai istrinya.

Oleh istrinya dia dibawa ke RSJ untuk mendapatkan perawatan, dalam awal bulan Tuan W hanya duduk termenung menatap jendela, terkadang dia masih sering tertawa sendirian dan menatap kosong ke arah jendela..ketika dilakukan pengkajian ditemukan tanda - tanda HDR plus perilaku kekerasan, beberapa program terapi sudah diberikan tetapi Tuan W terlanjur nyaman dengan halusinasinya.

Sunday, March 22, 2009

Kejujuran yang tepat

Hampir semua orang menyadari bahwa jujur adalah sesuatu yang baik, padahal jujur pada situasi yang salah justru akan memicu konflik atau permusuhan. Konflik dipicu ketika seseorang menghadapi sebuah situasi yang
bertentangan, situasi tersebut bisa dipicu oleh salah persepsi atau memang perbedaan sudut pandang yang sengaja diciptakan.

Jujur yang tepat memenuhi beberapa kriteria :
1. Jujur pada orang tua
2. Jujur pada istri
3. Jujur pada anak
4. Jujur pada sahabat
5. Jujur pada spiritualis

mengapa hanya pada 5 orang tersebut kita harus jujur?
1. Orang tua adalah orang yang paling mengenal kita, mengenal semua kelemahan dan kelebihan kita,jika kita tidak jujur maka orang tua sudah mampu membaca kebohongan kita.
2. Istri/suami adalah pendamping hidup sehari - hari yang sudah hafal dengan semua perilaku dan sikap kita, jika ada ucapan yang tidak sesuai dengan sikap dan perilaku kita maka akan sangat mudah terbaca
3. Anak adalah cermin, jika kita berbohong pada anak maka anak akan berlatih berbohong pada orang tua
4. Sahabat adalah orang yang menerima semua kelebihan dan kelemahan kita setelah pasangan dan orang tua, mereka mampu menunjukkan dimana kesalahan kita.
5. Spiritualis adalah orang yang mempu menjaga rahasia.

lalu bagaimana dengan orang diluar itu? jalin hubungan baik dan sampaikan segala hal yang di permukaan saja, jika kelak rahasia terbongkar maka yang tampak hanya permukaan dan hal yang sebenarnya masih tersimpan rapat..jujur pada semua orang terkadang membawa petaka..sebelum berbicara pada orang lain, berhati - hatilah terhadap perilaku mereka...pengkhianat terbaik adalah orang yang terdekat dengan kita.

tidak perlu paranoid dengan teman atau keluarga, berhati - hati menaruh kepercayaan menghindarkan konflik interpersonal dan mencegah potensi gangguan jiwa, jika memang tidak jujur maka jangan berikan semua informasi pribadi padanya...semua akan kembali kepada anda dalam bentuk sesuatu yang tidak anda sukai.


Mengasuh Anak yang benar

Postingan ini bukan sebuah tips dan trik bagaimana membesarkan anak secara baik dan menhindarkan mereka dari gangguan jiwa, ada beberapa hal dan kejadian yang mampu memicu terjadinya gangguan jiwa jika dikaitkan dengan peran asuh keluarga
. Keluarga menjadi tempat belajar utama bagi seorang anak, jika dia diasuh dengan benar, di didik dengan cara yang tepat maka akan melahirkan generasi bintang yang penuh kecemerlangan.

Apa yang membuat seorang anak terjerumus dalam dunia hitam sehingga membuat malu orang tua, hamil diluar nikah, melakukan berbagai tindak kejahatan atau bahkan terlibat dalam sebuah organisasi terlarang. Peran orang tua menjadi satu senjata utama untukmengcounter serangan globalisasi yang secara tidak langsung telah merubah tatanan dunia.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Jangan pernah melakukan pertengkaran di depan anak - anak!
2. Jangan pernah membandingkan anak dengan saudara kandung meski tujuan motivasi!
3. Jangan pernah memperlakukan salah satu anak secara istimewa!
4. Beri kesempatan anak mengekspresikan keinginan!
5. Jika ingin menolak keinginan anak, gunakan kalimat tanya.
6. Jangan terlalu ketat dalam penegakan aturan
7. Libatkan anak dalam membuat sebuah keputusan
8. Ajak anak - anak berlibur bersama meski sederhana
9. Kenalkan anak dengan saudara dekat maupun jauh
10. Amati respon non verbal anak, jika dia bermasalah jadilah pendengar
11. Beri reinforcement atau reward jika anak berprestasi
12. Berikan punishment yang mendidik
13. Sediakan sebuah buku sejarah atau biografi tokoh yang baik
14. Temani anak ketika menonton televisi
15. Lacak latar belakang teman bermain anak
16. Berikan penjelasan yang benar tentang sex dan resiko sex bebas
17. Kenali orang yang dekat dengan anak (pacar/sahabat)
18. Fasilitasi anak dalam belajar
19. Beri kesempatan mengembangkan bakat dan minat
20. Jangan semua keinginan anak dipenuhi, kebutuhan yang wajib dipenuhi
21. Berikan guru spiritual untuk mengasah spiritual anak
22. Dampingi anak dalam setiap kompetisi
23. Berikan benda yang sewajarnya dan jumlah yang realistik

Beberapa tips dan trik ini bisa dicoba untuk mengendalikan anak agar bisa kuat secara mental, dengan mental yang kuat maka anak akan memiliki mekanisme koping yang sesuai.


Tuesday, March 3, 2009

PERAN PERAWAT DALAM PSIKOFARMAKOLOGI

Perawat memiliki beberapa peran, salah satu peran perawat adalah caregiver, untuk bisa menjadi seorang caregiver maka perawat harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang pemberian psikofarmakologis.

Peran perawat dalam proses psikofarmakologis sbb:
1. Pengkajian pasien
2. Koordinasi modalitas terapi
3. Pemberian agens psikofarmakologis.
4. Pemantauan efek obat
5. Penyuluhan pasien
6. Program rumatan obat
7. Partisipasi dalam penelitian
8. Kewenangan untuk memberikan resep

Antiansietas dan hipnotik-sedatif dibagi menjadi dua kategori:
benzodiazepine dan nonbenzodiazepen, yang mencakup beberapa kelas obat.

Benzodiazepine
Manfaat klinis
Benzodiazepine adalah obat yang sering diresepkan dalam penatalaksanaan ansietas, insomnia, dan kondisi yang berhubungan dengan stres.

Indikasi utama dalam penggunaan benzodiazepine adalah:
1. Gangguan ansietas umum
2. Ansietas yang berhubungan dengan depresi
3. Ansietas yang berhubungan dengan phobia
4. Gangguan tidur
5. Gangguan stress pascatrauma
6. Putus obat dan alcohol
7. Ansietas yang berhubungan dengan penyakit medis
8. Relaksasi musculoskeletal
9. Gangguan kejang
10. Ansietas pra operasi

Yang perlu diperhatikan oleh Perawat
Benzodiazepine pada umumnya tidak menjadi adiktif kuat jika penghentian pemberiannya dilakukan secara bertahap, jika obat ini digunakan untuk tujuan yang tepat, dan jika penggunaanya disertai dengan penggunaan zat lain, seperti penggunaan kronis barbiturate atau alcohol.
Pengawasan dilakukan terhadap:
1. Sedasi
2. Ataksia
3. Iritabilitas
4. Masalah memori

benzodiazepine mempunyai indeks terapeutik yang sangat tinggi, sehingga overdosis obat ini saja hampir tidak pernah menyebabkan fatalitas. Efek samping merupakan hal yang umum, berhubungan dengan dosis, tidak selalu membahayakan

Nonbenzodiazepin
Sebagian besar digunakan oleh benzodiazepine walaupun obat tersebut kadang masih digunakan.
Kewaspadaan perawat.
Penggunaan barbiturate menyebabkan banyak kerugian seperti berikut ini.
1. Terjadi toleransi terhadap afek antiansietas dari barbiturat
2. Obat ini lebih adiktif
3. Obat ini menyebabkan reaksi serius dan bahkan reaksi putus obat yang letal
4. Obat ini berbahaya jika terjadi overdosis dan menyebabkan defresi SSP
5. Obat ini mempunyai berbagai interaksi obat yang berbahaya.