Pages

Wednesday, October 8, 2014

Gila atau sekedar stress

Anda seharusnya marah jika disebut gila, tapi cukup menahan senyum jika disebut stress. Orang normal mengalami stres, orang normal akan mendapatkan tekanan psikologis yang bertubi-tubi. Orang normal punya tembok pertahanan bernama coping mechanism, plus ego defence mechanism. Mirip sepakbola, kemampuan menahan serangan tergantung dari rapat, kokoh dan kompaknya lini pertahanan. Jika pertahanan kokoh dan kuat maka bukan tidak mungkin semua gempuran stressor akan mentah.

Coping mechanism bisa dilatih, bisa juga matang karena keterpaksaan, coping mechanism berhasil ketika kita berdamai dengan sisi internal kemudian berdamai dengan sisi external, semakin kuat anda self acceptance, semakin baik konsep diri, semakin baik daya tilik diri maka semakin kokoh lini belakang yang dimiliki. Kokohnya pertahanan membuat peluang menjadi gila mengecil, depresi dan frustasi menurun, tereduksi bahkan tereliminasi, coping mechanism yang tepat menguntungkan semua pihak.

Lalu bagaimana cara memperkuat koping, terima kesalahan, terima kegagalan, jangan membenarkan diri, evaluasi diri, lalu jujur pada diri. Runtuhkan ego dan bangun kearifan diri. Indikator kekuatan koping adalah kebijaksanaan, semakin anda matang mengelola kekecewaan, kegagalan, rasa bersalah maka anda sedang membangun tembok pertahanan yang kokoh.

No comments :

Post a Comment

Jika anda merasa tersesat di blog ini, mohon beri komentar sebagai perbaikan kualitas postingan.