Pages

Wednesday, March 3, 2010

Setegar karang menghadapi badai

Sebuah pesan bijak "badai pasti berlalu" membuat beberapa orang yang sedang menghadapi badai memperkuat dirinya agar setegar karang, badai akan menerjang dengan kekuatan penuh, hanya dengan mencengkeram bumi kuat-kuat akan membuat ketegaran tersendiri, diabaikan, terbuang, tersisih dari komunitas, kehilangan jabatan, menjadi bahan gunjingan, disudutkan dalam satu posisi tertentu membuat orang kehilangan integritas, merasa tak berdaya dan masa depan terlihat suram, semua samurai yang indah adalah tempaan palu yang berulang, kehidupan memberikan badai agar kita makin kuat.

Melawan badai adalah mustahil, tetapi mensikapi atau mensiasati badai adalah hal yang berbeda, badai dapat ditaklukkan dengan strategi-strategi tertentu. Mengapa kita perlu mensikapi badai? Agar otak lebih terlatih untuk memecahkan masalah, agar tubuh terlatih bergerak cepat, tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi. Kelak waktu akan menunjukkan sebuah fakta mengapa badai tersebut dikirim.

Seekor ulat berubah menjadi kupu-kupu yang indah setelah melewati proses menjadi kepompong, untuk menjadi pribadi yang tangguh, yang tegar, yang tahan banting maka seorang individu harus memperkuat ketahanan mentalnya, semakin kuat ketahanan mentalnya maka akan semakin tegar seseorang mensikapi kehidupan.

Ujian kehidupan, konflik, masalah, perpecahan merupakan sebuah badai yang muncul secara tiba-tiba untuk membuat individu atau kelompok menjadi semakin tangguh dan semakin kuat. Memperkuat mental adalah fondasi dasar, membangun mental juara, menetapkan goalsetting, membuat seseorang menjadi tangguh dan semakin tegar ke depannya.

No comments :

Post a Comment

Jika anda merasa tersesat di blog ini, mohon beri komentar sebagai perbaikan kualitas postingan.