Pages

Wednesday, February 18, 2009

PENYIMPANGAN SEKSUAL, GANGGUAN JIWA?

Apakah orang yang melakukan penyimpangan seksual dianggap mengalami gangguan jiwa? apakah orang yang mencintai sejenis disebut dengan orang gangguan jiwa? jawabannya bisa relatif. Kriteria gangguan jiwa cenderung berhubungan dengan kegagalan mekanisme koping untuk menangani stressor, stressor yang besar dan membuat beberapa orang gagal mengantisipasi sehingga muncul beberapa perilaku yang tidak sesuai karena persepsi dan juga pemikirannya sudah tidak mampu menemukan jalan keluar dari masalah yang telah menimpanya.

Sebut saja namanya A pria berusia 28 tahun, menyukai sesama jenis karena ketika kecil dia pernah mendapatkan sebuah perilaku tidak menyenangkan yang dilakukan oleh seniornya di sebuah asrama sekolah, perbuatan tidak menyenangkan tersebut dilakukan secara berulang - ulang, tadinya si A ini merasa risih dengan apa yang dialaminya, tetapi lama kelamaan muncul sebuah persepsi aneh terhadap perbuatan tersebut, hal yang tadinya dia anggap menjijikkan tersebut lama kelamaan justru membuat dia semakin penasaran dengan hubungan sesama jenis.

Sekarang A ini sudah menikah dengan seorang wanita, memiliki anak 2 dengan perilaku seksual yang bisa dikatakan normal, meskipun pernah sempat menikmati sebuah perilaku menyimpang tetapi perubahan persepsi terhadap stressor atau stimulus tersebut membuatnya menemukan kembali konsep dirinya. Apakah orang dengan penyimpangan seksual mengalami gangguan jiwa? secara konsep diri mereka bisa dikatakan memiliki gangguan peran, tetapi secara gambaran diri, mereka bisa mengalami gangguan gambaran diri atau kerancuan identitas.

Kesimpulan dari posting ini, konsep diri pada orang dengan penyimpangan seksual bisa disebut buruk, jika buruknya konsep diri ini mengganggu orang lain dan lingkungan maka bisakah mereka disebut gangguan jiwa? coba lah anda analisa menurut pemikiran anda.

No comments :

Post a Comment

Jika anda merasa tersesat di blog ini, mohon beri komentar sebagai perbaikan kualitas postingan.