Pages

Selasa, 19 Mei 2009

DIAGNOSA TUNGGAL PADA ASKEP GANGGUAN JIWA

Rumusan diagnosa pada asuhan keperawatan gangguan jiwa pada awalnya berbentuk problem related to etiology, namun sejak Konas III di Semarang maka rumusan diagnosa keperawatan jiwa dibuat menjadi tunggal sehingga hanya menyebutkan problem tanpa perlu menuliskan etiologi. Proses keperawatan jiwa tentu saja mengalami imbasnya, jika tadinya rencananya adalah mengatasi penyebab maka sekarang benar – benar mengarah ke mengatasi masalah. Rumusan diagnosa tunggal keperawatan jiwa ini mengacu pada North American Diagnosis Association (NANDA) 2005-2006.

Perbandingan :

Pohon Masalah Jaman Dulu

Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi b.d Isolasi Sosial Menarik Diri

Isolasi Sosial Menarik Diri b.d Harga Diri Rendah

Harga Diri Rendah b.d Koping Mekanisme Tidak Efektif


Pohon Masalah yang Baru

Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi

Isolasi Sosial (Dulu dikenal dengan Menarik Diri)

Harga Diri Rendah

Berdasarkan perkembangan ini maka diagnosa tersebut diatas perlu menyertakan data mayor dan minor yang menunjang ditegakkannya diagnosa. Sedangkan untuk intervensi asuhan keperawatan mencakup tiga hal; intervensi kepada klien, intervensi terhadap kelompok dapat berupa terapi aktivitas kelompok (TAK), dan intervensi terhadap keluarga.

Satu Intervensi yang lumayan berat adalah intervensi terhadap keluarga, dengan berbagai kendala, keluarga tidak mau hadir di acara family gathering, biaya melakukan home visit belum tersedia secara memadai, andaikan ada biasanya masih belum mencukupi untuk membuat intervensi keluarga menjadi maksimal. Semoga kedepan intervensi terhadap keluarga menjadi maksimal karena tanpa dukungan dari keluarga penyembuhan pasien menjadi sebuah target yang berat.