Pages

Kamis, 14 Mei 2009

TERAPI KELUARGA

Peran serta keluarga dlm perawatan klien gangguan jiwa
  1. Keluarga merupakan tempat dimana individu memulai hubungan interpersonal dg lingkungannya
  2. Keluarga dipandang sbg satu sistem sehingga gangguan yg tjd pd salah satu anggota dpt mempengaruhi sistem, disfungsi dlm keluarga dpt sbg penyebab gangguan
  3. Berbagai pelayanan keperawatan jiwa bukan tempat klien seumur hidup
  4. Salah satu faktor penyebab gangguan jiwa adalah keluarga tdk tahu cara merawat klien dirumah
KENYATAAN :
  1. Banyak klien di RSJ yg jarang dikunjungi keluarga, keluarga tdk mengikuti proses perawatan klien
  2. Tim kesehatan jiwa di RS merasa bertanggug jawab thd upaya penyembuhan klien & jarang melibatkan keluarga
  3. Setelah sembuh, RS memulangkan klien, beberapa hari, minggu, bulan klien kembali dirawat dg alasan perilaku klien tdk bisa diterima oleh keluarga & lingkungan
MENGAPA TERJADI ?

Selama dirumah klien tdk boleh keluar & gerak-gerik klien selalu diawasi dg curigai
Keluarga mempunyai tangung jawab dlm Proskep di RS, persiapan pulang & perawatan dirumah
Adaptasi klien dg lingkunganberjalan baik.

Terapi keluarga ADALAH Suatu cara utk menata kembali masalah hubungan antar manusia (Stuart & Sundeen, 1991)

TUJUAN :

1. Menurunkan konflik kecemasan keluarga
2. Meningkatkan kesadaran keluarga thd kebutuhan masing-masing anggota keluarga
3. Meningkatkan kemampuan penanganan thd krisis
4. Mengembangkan hubungan peran yg sesuai
5. Membantu keluarga menghadapi tekanan dari dlm maupun dari luar anggota keluarga
6. Meningkatkan kesehatan jiwa keluarga sesuai dg tingkat perkembangan anggota keluarga

Mengintegrasikan keluarga ke dlm sistem yg besar di dlm masyarakat
Keluarga tdk terisolasi

MANFAAT TERAPI KELUARGA :

Klien

1. Mempercepat proses penyembuhan
2. Memperbaiki hubungan interpersonal
3. Menurunkan angka kekambuhan

Keluarga
  1. Memperbaiki fungsi & struktur keluarga
  2. Keluarga mampu meningkatkan pengertian thd klien shg lebih dpt menerima, toleran & menghargai klien sbg manusia
  3. Keluarga dpt meningkatkan kemampuan dlm membantu klien dlm proses rehabilitasi
PERAN PERAWAT

1. Merawat klien secara utuh : observasi stress emosi klien & keluarga
2. Mengkaji fungsional & disfungsional keluarga

aktifitas :
  1. Komponen dikdaktik : memberikan informasi & pendkes ttg gg.jiwa, sistem keswa & yankep
  2. Komponen ketrampilan : latihan komunikasi, asertif, menyelesaikan konflik, mengatasi perilaku & stress
  3. Komponen emosi : memberikan kesempatan utk memvalidasi perasaan & bertukar pengalaman
  4. Komponen proses keluarga fokus pd koping keluarga & gejala sisa thd keluarga
  5. Komponen sosial : meningkatkan penggunaan dukungan jaringan formal/informal utk klien & keluarga

CIRI-CIRI FUNGSIONAL KELUARGA
  1. Mempertahankan keseimbangan, fleksibel & adaptif perubahan tahap transisi dlm hidup
  2. Problem emosi merupakan bagian dari fungsi tiap individu
  3. Kontak emosi dipertahankan oleh tiap generasi & antar keluarga
  4. Hubungan antar keluarga yg erat & hindari menjauhi masalah
  5. Perbedaan antar anggota keluarga mendorong utk meningkatkan pertumbuhan & kreativitas individu
  6. Orang tua & anak hubungan terbuka
DISFUNGSI KELUARGA

1. Tdk memiliki satu atau lebih fungsi keluarga
2. Ibu yg terlalu melindungi atau ayah yg tdk dirumah
3. Ayah & ibu yg super, sibuk, pasif dll
4. Pasangan yg tdk harmonis


INDIKASI TERAPI KELUARGA
  1. Konflik perkawinan, sibling konflik, konflik beberapa generasi
  2. Konflik orang tua & anak
  3. Proses transisi dlm keluarga ; pasangan baru menikah, kelahiran anak pertama, anak mulai remaja
  4. Terapi individu yg perlu melibatkan anggota keluarga lain
  5. Tdk ada kemajuan terapi individu
STRUKTUR TERAPI KELUARGA

Identifikasi keluarga

1. Perubahan/transisi keluarga
2. Tahap perkembangan
3. Struktur keluarga

HARAPAN:

1. Memberikan stimuli dlm perkembangan anak
2. Menumbuhkan hubungan interpersonal
3. Mengerti tentang kesehatan jiwa & gangguan kesehatan jiwa
4. Mengetahui penyebab gangguan jiwa
5. Mengetahui ciri-ciri gangguan jiwa
6. Mengetahui fungsi & tugas keluarga
7. Upaya pencegahan gangguan jiwa oleh keluarga
8. Upaya perawatan klien gangguan jiwa di RSU dan Puskesmas


Sumber : (Stuard & Sundeen, Budiana Keliat)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Jika anda merasa tersesat di blog ini, mohon beri komentar sebagai perbaikan kualitas postingan.