Pages

Minggu, 14 Juni 2009

KEBAHAGIAAN MUSUH GANGGUAN JIWA

Apa sih definisi atau pengertian kebahagiaan? Apakah mendapatkan semua keinginan kita adalah kebahagiaan? Jika mendapatkan semua keinginan kita adalah kebahagiaan maka coba anda evaluasi hidup anda, dulu ketika kita sekolah kita berharap mendapatkan nilai A di semua mata pelajaran atau kalau dalam bentuk angka antara 9 sampai 10 tetapi langgengkah kebahagiaan tersebut?

Tidak, kita menjadi bosan dan biasa dengan nilai yang sudah kita capai dengan susah payah tersebut, ketika kemudian awal mengarungi kehidupan berumah tangga ketika kita akhirnya bersanding di pelaminan dengan orang yang kita sayangi bahagiakah kita? Apakah sampai sekarang perasaan itu masih membahagiakan kita? Ketika kita menginginkan mobil kemudian kita mampu memilikinya bahagiakah kita? Atau 3 bulan setelah kita memiliki mobil kita akan menginginkan yang lebih bagus, yang lebih trendy, yang lebih mutakhir seandainya kemudian itu terpenuhi juga apakah kita akan bahagia?

Kebahagiaan adalah ketika segala sesuatu berjalan seperti yang kita inginkan, kita ingin memiliki pasangan yang pengertian, hangat, penuh pengertian, penuh kasih sayang kemudian Tuhan memberikan kita pasangan tersebut apakah bisa menjamin bahwa kita akan bahagia selamanya? Lalu dimana kebahagiaan itu sebenarnya? Mengapa banyak orang berusaha keras memiliki harta yang banyak? Berharap bahwa harta akan membuatnya bahagia?

Tetapi yakinkah kita bahwa dengan banyak harta akan bahagia? Berapa banyak pasangan yang memiliki harta banyak tetapi hidupnya kacau balau, hubungan mereka tidak hangat, hubungan mereka seperti bara dalam sekam, contohnya : lihatlah kehidupan pasangan artis dan musisi atau pasangan artis dengan pengusaha, pasangan artis dengan artis bahkan pasangan pengusaha dengan pengusaha.

Bagi beberapa orang kebahagiaan itu bisa beragam, bagi seorang ibu melihat pertumbuhan dan perkembangan putranya bisa mengasuh anaknya dengan tangannya sendiri bukan dengan bantuan tangan baby sister atau pembantu, ketika dia memandikan anaknya dengan tangannya sendiri maka semua kegiatan yang berhubungan dengan anaknya membuatnya bahagia bahkan merelakan semua waktu, tenaga dan pikiran tercurah untuk anak tercintanya.

Dimana letak kebahagiaan sebenarnya? Di pikiran dan dihati kita. Seorang yang bahagia tidak pernah melihat segala sesuatu dari aspek negative, ketika dia kehilangan seseorang yang dia sayangi karena meninggal maka dia hanya berujar “ Tuhan telah memberikan pilihan yang terbaik bahwa dia harus meninggalkan kita semua”, jika yang hilang adalah barang dia berkata “ Tuhan sudah menentukan bahwa barang itu belum saatnya berada di tanganku”, ketika dia gagal melamar pujaan hati maka dia hanya berkata “ Tuhan tunjukkan padaku yang terbaik yang akan menjadi jodohku kelak” jika usaha kerasnya belum membuahkan hasil maka dia hanya berkata “ Satu langkah lagi maka kesuksesan akan berada dalam genggamanku asal aku berusaha dan mencoba dengan cara yang lebih efektif”, jika rejekinya sedikit maka ia akan berkata “ Terimakasih Tuhan atas semua pemberian yang telah diberikan kepadaku”

Hanya diri kita sendiri yang akan membuat kebahagiaan, hanya pikiran kita sendiri yang akan membentuk realita tentang kebahagiaan hidup, jika kita mampu mengendalikan pikiran kita, mengontrol dan mengendalikan emosi dan keserakahan kita maka kita akan merasakan bahwa kehidupan yang sebenarnya membahagiakan, egocentris yang membuat beberapa hal dalam kehidupan menjadi sebuah kesedihan, kebahagiaan adalah ketika kita mengikuti peran dalam drama kehidupan dan menjalaninya dengan hati ikhlas, hati yang lapang, dengan pikiran terbuka dan mensyukuri semua yang sudah bisa kita nikmati saat ini, kebahagiaan adalah saat ini bukan esok dan bukan kemarin.

Hanya dengan membebaskan diri dari egosentris maka gangguan jiwa akan menjauh, dengan menerima dan menjalani kehidupan sesuai dengan peran dalam drama kehidupan maka tidak ada yang membuat kita sedih, tidak ada yang membuat kita berduka, gangguan jiwa adalah musuh kebahagiaan, hanya dengan kebahagiaan maka kita bisa menghindarkan diri dari gangguan jiwa.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Jika anda merasa tersesat di blog ini, mohon beri komentar sebagai perbaikan kualitas postingan.