Pages

Monday, November 30, 2009

INVESTASI ITU MEMBUATNYA MENDERITA

Seorang pria paruh baya mengeluhkan nasib buruknya, semua harta yang selama ini ia kumpulkan dari kerja kerasnya sebagai seorang pengusaha material harus terkuras habis untuk membiayai hutang bank nya setelah dia tertipu INVESTASI ratusan juta rupiah. Semua berawal dari bujuk rayu seorang teman yang dikenalnya, sang teman tersebut menunjukkan sebuah Toyota Innova terbaru yang katanya hasil dari berinvestasi yang setiap bulannya mampu memberikan dana sebesar 10 % dari dana yang disimpan.

Bujuk rayu tersebut mampu meluluhkan istri dari pria paruh baya tersebut, akhirnya dengan berbekal sertifikat rumah, dia berhutang ke bank untuk mendapatkan pinjaman. Setelah mendapatkan pinjaman pria paruh baya tersebut memasukkan ke rekening investasi yang katanya akan membuat dia mampu HIDUP NYAMAN TANPA HARUS BEKERJA KERAS, sebuah slogan yang sangat manis dan sangat menarik, jika saja pria tersebut mau membaca BIOGRAPHY PENGUSAHA SUKSES, maka dia akan menemukan sebuah pelajaran berharga bahwa KESUKSESAN selalu membutuhkan HARGA yang harus dibayar.

Setelah sempat menikmati hasil selama 6 bulan dan mendapatkan cashback sebesar 25 % dari total dana yang dia setor, akhirnya pria tersebut harus berurusan dengan masalah finansial, ada tetangga yang mencibir, ada yang empati dan ada yang turun tangan membantu pria paruh baya tersebut bangkit dari keterpurukan, setelah mengalami depresi hebat, pria paruh baya ini nyaris melakukan percobaan bunuh diri, dia merasa malu dengan kegagalan yang dia alami.

Terkadang ada banyak tukang tipu berbaju rapi , memakai jas dan naik mobil untuk meyakinkan korbannya, setelah dia menghisap habis darah korbannya maka dia segera pergi berlalu meninggalkan korbannya dalam keadaan sekarat, mungkin pria paruh baya ini telah mendapatkan sebuah pelajaran kehidupan yang paling berharga, sebuah pelajaran bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang, jika kita tidak memiliki visi maka kehidupan akan mempermainkan kita, bujukan bahwa cara A mampu membawa kekayaan dalam waktu cepat menarik minat banyak orang, anehnya korban dari kejadian ini selalu saja ada.

Tidak ada kehidupan yang mudah, bayi membutuhkan waktu beberapa bulan hanya untuk mengucapkan vokal, dan membutuhkan waktu satu tahun untuk mampu berjalan, sebuah bisnis, sebuah investasi, sebuah pembelajaran selalu membutuhkan proses panjang, berliku, mendaki, penuh rintangan bahkan penuh jebakan, dibutuhkan sebuah mental yang kuat dan JIWA yang SEHAT untuk mampu melewati itu semua, tanpa kekuatan mental maka manusia akan mudah terperdaya oleh fatamorgana kehidupan.

"Hilangkan harapan!" satu pesan yang disampaikan oleh Bob Sadino, seorang konglomerat besar negeri ini, hilangkan harapan agar kelak tidak mengalami kekecewaan, meski sedikit bertentangan dengan "gantungkan cita - citamu setinggi langit", pesan tersebut sangat masuk akal, terlalu banyak harapan membuat kita kecewa, tidak memiliki harapan membuat hidup menjadi hampa, tetapkan target tetapi jangan berharap...masih membingungkan??? renungkan dan resapi dalam hati.


Tuesday, November 24, 2009

BEDA VISI, HALUSINASI DAN WAHAM

Apa beda Visi, Halusinasi dan Waham? apa yang membedakan seorang Visioner dengan penderita Gangguan Jiwa halusinasi maupun Waham?

Visi merupakan sebuah ide jangka panjang yang dirumuskan untuk menentukan titik yang akan dicapai dimasa depan, Visi adalah kristalisasi dari imajinasi seseorang yang tergambar secara abstrak didalam pikiran. Imajinasi ini berbentuk sebuah gambar 3 dimensi abstrak yang jika dituangkan dalam sebuah skema maka skema tersebut mampu dibaca oleh orang lain, ketika gambar 3D tersebut disalin atau diterjemahkan oleh seorang ahli gambar maka imajinasi tersebut mampu direalisasikan oleh seorang ahli konstruksi menjadi sebuah bentuk atau jika imajinasi tersebut berbentuk soft skill maka soft skill tersebut mampu diterapkan oleh orang lain.

Halusinasi adalah kesalahan persepsi terhadap sebuah obyek sedangkan obyek tersebut sebenarnya tidak ada? mengapa seseorang bisa mengalami halusinasi? ada beberapa sebab seseorang berhalusinasi : trauma kepala, penyalahgunaan zat, trauma psikologis dll. Sama - sama membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada tetapi halusinasi lebih rancu dan bias, orang lain tidak mampu melukiskan bentuk halusinasi tersebut karena obyek yang digambarkan dalam imajinasi penderita halusinasi berbentuk tak beraturan, sehingga apa yang mereka lihat hanya mereka sendiri yang mampu menerjemahkan dan membacanya.

Waham lebih parah dari halusinasi, penderita waham bisa sangat yakin dengan kesalahan persepsi tersebut, dari kesalahan memandang dirinya sendiri sehingga merasa PALING dari orang lain, perasaan PALING tersebut membuat dia melakukan isolasi sosial, menjauh dari kelompok ketika dia kecil dan memilih kelompok khusus dengan perasaan PALING pula. Merasa PALING membuat seseorang merasa berbeda, merasa LEBIH dari orang lain, akibatnya mereka melakukan perilaku yang TIDAK SESUAI dengan kaidah yang berlaku di masyarakat.

Visi melihat masa depan dengan sebuah detil yang mampu dijabarkan dengan sangat rinci dan detil oleh sang imajinator sedangkan halusinasi dan waham adalah bentuk absurd dan abstrak dari kekacauan proses pikir, sehingga terkadang waham disebut dengan gangguan isi pikir sedangkan halusinasi disebut dengan GANGGUAN PERSEPSI SENSORI, gangguan jiwa bukanlah sebuah bentuk abstrak, meskipun psikologis tidak memiliki kriteria ukur yang jelas seperti fisik tetapi psikologis dapat dinilai dengan beberapa indikator - indikator yang sesuai.

Sunday, November 15, 2009

BEDA ORANG BAIK DAN ORANG TIDAK BAIK

  1. Ketika orang baik lewat semua orang MENYAPANYA...ketika orang tidak baik lewat semua orang berusaha MENGHINDARINYA.
  2. Ketika orang baik sakit semua orang MENJENGUKNYA...ketika orang tidak baik sakit TIDAK ADA YANG MEMPERDULIKANNYA.
  3. Ketika orang baik berlimpah rejeki maka dia akan MEMBAGIKANNYA kepada saudara, tetangga dll...ketika orang tidak baik berlimpah rejeki maka dia akan MEMAMERKANNYA kepada saudara dan tetangganya.
  4. Ketika orang baik berbicara semua orang MENDENGARKANNYA...ketika orang tidak baik berbicara orang MENGABAIKANNYA.
  5. Ketika orang baik bertanya, yang ditanya akan menjawab SEMAKSIMAL dia menjawab...ketika orang tidak baik bertanya, yang ditanya akan menjawab SEADANYA.
  6. Ketika orang baik menasehati orang lain, orang tersebut akan MEMATUHINYA...ketika orang tidak baik menasehati orang lain, orang tersebut akan MEMBANGKANG terhadap nasehatnya.
  7. Ketika orang baik meninggal semua orang BERDUKA Dan merasa kehilangan, ketika orang tidak baik meninggal semua orang BERSYUKUR dan merasa terlepas dari beban.
  8. Ketika massa mulai marah, orang baik akan MENDINGINKAN suasana, ketika massa mulai marah, orang tidak baik justru MEMANASKAN suasana.
  9. Ketika orang baik ada maka suasana terasa SEJUK, ketika orang tidak baik ada maka suasana terasa PANAS.
Entah kita ada diposisi orang baik atau orang tidak baik, bahkan terkadang saat ini baik besok menjadi tidak baik. Dua keping mata uang ini akan berjalan beriringan di dunia ini, sejahat - jahatnya orang dia pasti memiliki KEBAIKAN, sebaik - baiknya orang dia masih memiliki KETIDAKBAIKAN dalam dirinya..

Kehidupan akan menjadi bermakna ketika kita bisa berguna, bermanfaat dan memberi cahaya bagi orang lain, membuat diri bermanfaat tentu didasarkan pada peningkatan kualitas diri, peningkatan kemampuan diri, perenungan terhadap segala hal yang sudah kita lakukan dll. Jika kita mau merenungi semua yang telah terlewat dan jalan panjang yang masih membentang, masihkah kita memelihara sifat tidak baik tersebut dalam diri kita??? semua kembali ke diri masing - masing.

Sunday, November 8, 2009

GANGGUAN JIWA & EGOMECHANISME DEFENCE

Penyakit jiwa identik dengan gila. Pola pikir bahwa penyakit jiwa selalu berarti gila adalah mindset yang keliru yang terlanjur turun menurun di masyarakat. Masyarakat acapkali memandang sebelah mata kepada dokter spesialis jiwa karena menurut mereka dokter spesialis jiwa pekerjaanya tidak seperti dokter kebanyakan. Yang termasuk penyakit jiwa sangat banyak, menurut buku pegangan untuk diagnosa bagi dokter spesialis jiwa Indonesia yaitu Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ), penyakit jiwa dibagi dalam 10 kelompok besar yang masing-masing kelompok terdiri atas begitu banyak jenis gangguan jiwa.

Beberapa penyakit berikut termasuk dalam penyakit jiwa jiwa : dementia , skizofrenia dan variannya, depresi, manik, narkoba dan alkoholisme, kecemasan, anorexia nervosa – bulimia, autisme, gangguan kepribadian, penyimpangan seksual dll. Ilmu kejiwaan itu meliputi hal-hal yang umum di masyarakat seperti permasalahan bunuh diri, hobi melakukan tindak kriminal, masalah stress berat karena ditinggal pacar atau karena kematian orang disayang, permasalahan anak yang hiperaktif dan tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah, homoseksual, hobi mengintip pakaian dalam wanita atau menunjukkan aurat di depan umum, kecenderungan wanita yang sering memuntahkan makanan yang dimakannya, cuci otak kaum teroris, kekerasan dalam rumah tangga dan masih banyak lagi.

Ilmu kejiwaan mempelajari banyak fenomena sosial dan cara-cara penangannya baik dengan terapi obat-obatan maupun konseling. Konsep penyebab gangguan jiwa yang popular adalah kombinasi bio-psiko-sosial. Gangguan jiwa disebabkan karena gangguan fungsi komunikasi sel-sel saraf di otak, dapat berupa kekurangan maupun kelebihan neurotransmitter atau substansi tertentu. Pada sebagian kasus gangguan jiwa terdapat kerusakan organik yang nyata padas struktur otak misalnya pada demensia. Jadi tidak benar bila dikatakan semua orang yang menderita gangguan jiwa berarti ada sesuatu yang rusak di otaknya. Pada kebanyakan kasus malah faktor perkembangang psikologis dan social memegang peranan yang lebih krusial. Misalnya mereka yang gemar melakukan tindak criminal dan membunuh ternyata setelah diselidiki disebabkan karena masa perkembangan mereka sejak kecil sudah dihiasi kekerasan dalam rumah tangga yang ditunjukkan oleh bapaknya yang berprofesi dalam militer. Jadi ilmu jiwa justru merupakan satu-satunya ilmu yang mengenali penyakit medis secara komplet, yaitu dari segi fisik, pola hidup dan juga riwayat perkembangan psikologis atau kejiwaan seseorang. Oleh karena itu pengobatan ilmu kejiwaan juga bersifat menyeluruh, tidak sekedar obat minum saja, tetapi meliputi terapi psikologis, terapi perilaku dan terapi kognitif/konsep berpikir.

Setiap individu hendaknya mengetahui konsep-konsep tentang gangguan jiwa dan pencegahannya. Mungkin saat ini cukup banyak masyarakat awam yang rajin membaca rubrik kesehatan baik lewat tabloid maupun internet, tapi sayangnya permasalahan gangguan jiwa kurang popular jika dibandingkan masalah osteoporosis, hipertensi, penyakit jantung, stroke, makanan sehat maupun kesehatan kulit. Padahal yang perlu diketahui, gangguan jiwa dapat mengenai siapa saja. Apalagi di tengah kehidupan yang semakin dipenuhi stressor seperti sekarang ini. Tahukah Anda bahwa profesi yang paling banyak melakukan bunuh diri di USA itu justru dokter spesialis kejiwaan?

Konsep yang perlu Anda pahami adalah ada 3 mekanisme pertahanan utama jiwa kita untuk menolak terjadinya gangguan jiwa di tengah terpaan badai kehidupan. Ketiga benteng jiwa yang sehat itu adalah personality yang tangguh, persepsi yang positif (positif thinking) dan kemampuan adaptasi. Kepribadian yang tangguh adalah hasil pembelajaran selama proses perkembangan sejak kecil, dan tentunya hal ini didapatkan dengan banyaknya asupan nilai-nilai yang ditanamkan di keluarga dan disekolah serta didapatkan dari banyaknya pengalaman langsung. Nilai-nilai hanya dapat berfungsi jika diterapkan langsung dalam keadaan nyata yaitu dengan banyak bergaul baik dengan lingkungan benar maupun salah. Apabila kita berani SAY YES di lingkungan yang benar dan SAY NO saat di lingkungan salah, lama kelamaan kepribadian kita akan tangguh. Mengurung anak dengan tujuan menghindarinya dari perkenalan dengan narkoba tidak menjamin bahwa kemudian ia tidak terjebak narkoba, yang benar adalah menanamkan nilai-nilai yang tangguh kepada si anak serta membiarkannya mengenal narkoba. Kepribadiannya yang tangguh itu sendiri yang akan membuatnya berani menolak narkoba seumur hidupnya.

Persepsi juga perlu sebagai benteng kejiwaan. Seseorang yang selalu memandang peristiwa yang menimpanya dengan positif dan memandang hari depannya dengan optimis maka ia memiliki jiwa yang sehat. Persepsi positif diperlukan terutama menghadapi kegagalan-demi kegagalan dalam hidup sehingga tidak membuat diri menjadi frustasi berlebih maupun menyalahi diri sendiri bahkan bunuh diri.

Dan yang tidak kalah penting adalah kemampuan adaptasi karena segala sesuatu dalam hidup ini potensial untuk berubah. Hari ini bisa hidup mapan, tapi hari esok siapa tahu. Hari ini bisa bertemu kelompok orang yang asyik, hari esok siapa yang dapat menjanjikan. Adaptasi akan membuat jiwa kita meliuk-liuk dalam kehidupan seperti air yang mengalir. Dengan demikian kita dapat selalu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada. Setiap menghadapi bencana maka kita dapat mengubah pemikiran dari “mengapa semua ini harus kualami” menjadi “ setelah semua ini menimpaku, aku harus melakukan apa?”. Dengan demikian kita akan dapat bangkit dan semakin maju setiap kali terjatuh. Lain padang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Artinya, jadilah seseorang yang flexible dengan keadaan yang ada, NOW and HERE.


Dimodifikasi dari Sumber : http:// www.wikimu.com