Pages

Sunday, January 31, 2010

Terbunuh cinta

Ketika cinta dijadikan sebuah alasan logis untuk bunuh diri, ketika perceraian dan putus cinta digunakan sebagai alibi bahwa menjadi gila karena cinta adalah hal wajar, terbunuh cinta berawal dari perasaan kesepian, ketidakberdayaan, kegagalan merespon kehilangan, perasaan kehilangan harapan dan menganggap bunuh diri sebagai satu-satunya alasan rasional. Cinta adalah sebuah sinyal ketertarikan seseorang dengan lawan jenisnya, cinta adalah pertemuan feromon dari 2 anak manusia, cinta adalah penyatuan emosi dua pribadi yang disatukan oleh daya tarik yang tak mampu dijabarkan dengan rumus kimia, apakah daya adhesi yang bekerja ataukah daya kohesi yang bekerja. Cinta adalah perasaan yang terlalu konotatif untuk diungkapkan dengan kata-kata tapi terlalu denotatif untuk diungkapkan dengan banyak symbol. Cinta membawa kebahagiaan bagi mereka yang memilikinya, tapi cinta mampu membawa sebuah luka parut psikologis yang terkadang sulit disembuhkan tapi juga mudah dilewati oleh orang-orang yang telah assertive dengan kehilangan, kehilangan adalah hal pahit, berat untuk dijalani dan terasa membebani pikiran.

Cinta adalah pelangi yang menawarkan keindahan, cinta adalah fatamorgana ketika kenyataan berbeda dengan harapan, seseorang yang terbunuh cinta telah mematikan cahaya harapan, cahaya kebahagiaan, cahaya perubahan, cahaya keindahan, cahaya semangat dan cahaya asa + cinta. Seseorang yang terbunuh cinta mengurung pikirannya dengan benteng keterbatasan dan mematikan cahaya-cahaya dan membiarkan dirinya berada dalam kegelapan visi, seolah tak ada lagi cahaya kecil yang masih sempat masuk.

Terbunuh cinta lebih kejam dari terbunuh fisik, seorang anak yang lari dari rumah karena kehilangan kasih sayang, seorang istri yang terganggu jiwa nya karena perilaku kasar suaminya, seorang remaja putri yang akhirnya melompat dari gedung karena diputus oleh pacarnya. Cinta membutakan akal sehat manusia, cinta mampu meruntuhkan keberanian seorang pejuang perang gagah berani. Terbunuh cinta adalah ketika seseorang mati rasa karena trauma, terkadang cinta membawa tawa dan bahagia tapi terkadang cinta menjadi petaka. Cinta mampu menguatkan seseorang atau merobohkannya.

1 comment :

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Jika anda merasa tersesat di blog ini, mohon beri komentar sebagai perbaikan kualitas postingan.